Princess Mononoke 1997

Film animasi karya negeri sakura memang selalu saja menggiurkan untuk disaksikan, salah satunya adalah Princess Mononoke. Dengan genre adventure, animation dan fantasy membuat anda dapat menonton film ini sambil menyaksikan gambar yang apik, halus dan mengagumkan. Apalagi animasi ini jebolan karya Hayao Miyazaki. Kelihaian Miyazaki memang tak perlu diragukan lagi, karena film buatannya selalu bagus seperti Spirited Away (2001), Kiki’s Delivery Service (1989) atau My Neighbor Totoro (1988).

Sinopsis Princess Mononoke 1997

Cerita Princess Mononoke dimulai dari sebuah desa bernama Emishi. Desa tersebut tiba-tiba diserang oleh iblis dengan nama Nago, yang berwujud babi hutan. Pemimpin desa, Ashitaka (Yoji Matsuda) sukses mengalahkan Nago, tapi akibat ulahnya, tangan kanan Ashitaka memperoleh kutukan setelah diserang oleh Nago. Berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh dukun setempat, Ashitaka diminta untuk pergi ke arah barat agar dapat melepas kutukan yang telah melekat.

Pengembaraan Ashitaka pun dimulai. Tentunya ia tidak sendirian, dia ditemani oleh rusa tunggangannya, Yakkuru. Tujuan Ashitaka adalah hutan yang dikuasai oleh Shishigami atau ‘dewa rusa’. Karena menurut info yang diperoleh, hanya dia yang dapat membantu Ashitaka. Selain itu, dalam perjalanannya Ashitaka juga mencari penyebab mengamuknya Nago.

Saat tiba disuatu tempat, Ashitaka menyaksikan beberapa kejadian, berupa peperangan, seorang gadis bernama San dan tiga serigala raksasa. San terlihat tangguh. Ternyata San dibesarkan oleh ibu Serigala, Moro. Karena itulah, San menjadi anak yang tangkas dan pemberani. Tapi pertemuan antara Ashitaka dan San tidak berlangsung lama, karena setelah Ashitaka ingin tau lebih lanjut tentang San, San tiba-tiba menghilang.

Tidak jauh dari tempat itu, Ashitaka menemukan orang terluka di sungai. Ashitaka ingin menolongnya dan membawanya pulang ke rumah orang itu di kota besi. Kota besi merupakan kota pembuat senjata. Kota itu dipimpin oleh Lady Eboshi, seorang wanita. Karena kotanya membuat senjata, tentu saja kota besi sering merusak lingkungan dan menggunduli hutan atas perintah Lady Eboshi. Bagaimana kelanjutannya? Anda dapat menyaksikannya di CGV.

Pesan Moral Yang Disampaikan Dalam Princess Mononoke 1997

Konflik utama dalam film Princess Mononoke adalah mengenai alam dan lingkungan. Sebenarnya Nago awalnya merupakan bangsa dewa togel hongkong yang berwujud babi hutan, tapi kebencian menggerogoti jiwanya, sehingga membuatnya berubah menjadi sosok iblis yang mengerikan. Kebencian yang dapat merubah dewa menjadi iblis adalah ‘kebencian’ terhadap bangsa manusia, karena telah seenaknya mengacaukan keseimbangan alam melalui penebangan hutan secara liar dan besar-besaran. Hal lainnya adalah pengerukan material yang terkandung di bawah tanah.

Jadi apa maksud dari Mononoke? Kata ‘Mononoke’ berasal dari dua huruf kanji yang jika dibalik akan menjadi kaibutsu atau ‘monster’. Dalam film ini bukan hanya menceritakan tentang Good vs Evil, tapi banyak karakter yang abu-abu. Cerita dalam Princess Mononoke ini sangat kompleks, seperti kepedulian terhadap alam, mitologi-fantasi, perjuangan pemimpin sampai sejarah mengenai proses westernisasi di Jepang. Hal tersebut ditandai dengan bangsa Jepang yang mampu mengolah pasir besi menjadi besi dan kemampuan dalam menciptakan serta menggunakan senjata api di akhir era Muromachi.

Kisah yang diceritakan dalam Princess Mononoke memang luar biasa, ditambah kemampuan terampil illustrator membuat visualnya tampak semakin bagus. Ditambah lagi musik intrumen khas Jepang yangmerdu, sangat serasi mengiringi adegan tiap adegan berisi gambar hutan dengan pohon yang rindang. Hal itu membuat penonton terhanyut dalam cerita.

Hayao Miyazaki membuat Princess Mononoke sangat kental menonjolkan sisi fantasynya, karena banyak creature imajinatif dan visualnya sangat mengagumkan. Tak hanya itu saja,grafisnya juga terlihat sangat hidup. Selain menjadi tontonan yang menarik, ternyata film ini juga menyampaikan pesan yang kuat, yaitu pesan mengenai menjaga kelestarian alam. Apalagi sekarang, kerusakan alam mulai terjadi dimana-mana.