Tanggapan Ketua PSSI Tentang Wakil Piala AFC

Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan menyebutkan bahwa Plt Sekjen Yunus Nusi telah meminta maaf untuk kesalahan Pemilihan wakil Indonesia pada ajang Piala AFC 2021. Lewat rapat Exco yang digelar pada hari Rabu (16/12), PSSI memutuskan bahwasanya wakil Indonesia pada Piala AFC 2020 1 adalah Bali United dan juga Persija Jakarta. Tentu saja keputusan itu langsung menuai protes dari Persipura Jayapura.

Protes keputusan ajukan Bali united dan persija jakarta yang jadi wakil piala AFC 2021

Seperti yang diketahui bahwa Bali United dipilih oleh PSSI pada saat itu dikarenakan mereka berhasil jadi juara liga 1 2019. Sementara itu Persija Jakarta dipilih karena mereka adalah runner up dari Piala Indonesia 2018/2019,dikarenakan sang juara pada saat itu yaitu PSM Makassar Tak lolos lisensi klub AFC.

Apabila mengacu pada ketentuan ketentuan yang telah ditetapkan AFC tentang kriteria dari peserta Piala AFC 2021, dalam pasal 9 ayat 1 tersebut bahwa perwakilan negara adalah klub pemenang liga domestik tertinggi pada negara tersebut, kemudian kalau itu adalah juara piala liga, runner up dari liga domestik, peringkat ketiga pada liga domestik ataupun peringkat keempat dari klasmenliga apabila negara itu tak menggelar piala liga. 

Terjadi Kesalahan Dan Sekjen PSSI Sudah Minta Maaf

“jadi minta tolong tak perlu diperpanjang lagi Plt sekretaris jenderal (PSSI) sudah secara Kesatria meminta maaf atas kesalahan yang dibuat oleh jajarannya. Semoga Bali United serta Persipura bisa berprestasi maksimal di AFC Cup tahun depan,” ungkap Iriawan dilansir dari CNN Indonesia hari Senin (21/12). 

Iriawan, lebih lanjut lagi menjelaskan memilih s7slot.com untuk jadi wakil Indonesia pada Piala AFC bukanlah sebuah pekerjaan ataupun sebuah rapat yang normal. Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule itu, hal itu karena sejak bertahun-tahun yang lalu menurut dirinya wakil Indonesia tersebut ditentukan dari hasil kompetisi, Bukankah dari rapat exco PSSI. Akan tetapi karena tengah dilanda pandemi virus Corona yang mana membuat ada kompetisi yang diputar maka Exco PSSI pun mesti memutuskan Siapakah wakil Indonesia lewat meja rapat.

“di tahun 2018 PSSI mengajukan permohonan ke AFC, dari awalnya dua wakil Indonesia di AFC Cup adalah juara dan runner-up kompetisi menjadi juara kompetisi dan juara Piala Indonesia,” tuturnya menjelaskan.

Kemudian perdebatan terjadi saat ada beberapa klub yang tak lolos verifikasi lisensi yang mana dilakukan oleh AFC. “ awalnya sederhana saja, ketika juara Piala Indonesia ( PSM Makassar) gagal lolos verifikasi AFC, maka kami memutuskan runner up nya (Persija Jakarta) untuk menggantikannya. Namun AFC sebagai pemilik turnamen punya penilaian lain tentang grade dari kompetisi dan piala liga,” jelasnya lagi. 

Lalu lewat surat yang diterima oleh PSSI, pada hari Jumat 18 Desember 2020 kemarin, afcpasalnya meminta agar klub yang mengikuti Piala AFC 2021 pasalnya mesti sesuai dengan Entry Manual AFC Club Competition 2021. Atas dasar itulah maka PSSI akhirnya menggantikan Persija dengan Persipura yang mana mengacu pada manual itu. Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa persipura-jayapura meminta sebuah penjelasan pada PSSI tentang Persija Jakarta yang diajukan sebagai wakil Indonesia pada Piala AFC 2021. Manajemen dari Mutiara Hitam pun telah menyurati PSSI guna mempertanyakan keputusan Yang berdasarkan dari hasil rapat Exco PSSI yang digelar pada hari Rabu 16 desember 2020 kemarin.

Pemain Eropa Cocok Untuk Ajang Piala Dunia U-20

Bisa dikatakan bahwa bakat dari pemain-pemain muda asal Indonesia perlahan-lahan mulai tercium klub klub asal Eropa menjelang Piala Dunia u-20 2021. Hal tersebut mengacu kabar paling baru dari Brylian Aldama yang disebut-sebut bakal bermain di Benua Biru itu. Brylian sendiri dikabarkan Tinggal selangkah lagi untuk bisa memperkuat klub Kroasia HNK Rijeka. Dan di sanalah mantan pemain dari Persebaya Surabaya tersebut bakal memperkuat tim Junior dari klub yang mana berdiri 74 tahun yang lalu itu.

  • Brylian Aldama Siap Melenggang Ke Klub Kroasia

Rijeka Diberitakan sudah tidak sabar untuk merekrut Brylian dikarenakan melihat aksinya yang sangat menawan selama membela Timnas Indonesia u-19. Brylian  sendiri telah dinobatkan sebagai pemain kunci pada Lini Tengah Timnas kelompok umur semenjak dirinya memperkuat Timnas Indonesia U-16 yang diasuh oleh Fakhri Husaini.

Brylian dengan ini bakal mengikuti jejak dari witan Sulaiman yang telah lebih dulu menginjakkan kaki dan merumput di Eropa. Pemuda yang lahir di Palu itu bergabung dengan Klub Radnik Surdulica semenjak bulan Februari 2020 yang lalu. Jejak dari kedua pemain ini Sepertinya bakal diikuti juga oleh pemain yang lainnya yaitu Amirudin bagus Kahfi. Penyerang yang masih berusia 18 tahun tersebut santer diberitakan akan mengenakan seragam dari FC Utrecht. 

  • Bagus Masih Belum Pasti Melenggang Ke Benua Biru

Namun sayangnya tidak seperti Brylian  yang santer diberitakan Tinggal selangkah lagi menuju ke Benua Biru dan merumput dengan Klub Kroasia, Bagus masih belum memiliki Kepastian Yang Jernih. Hal ini dikarenakan masih belum ada titik terang terkait dengan proses negosiasi antara Barito Putera dengan Utrecht sebagai pemilik sah dari pemain yang lahir di Magelang itu.

Apabila bagus pada akhirnya dapat bergabung dengan Utrecht, maka hal ini adalah sinyal yang bagus bagi para pemain muda Indonesia karena bisa menambah daftar pemain muda yang melenggang ke Eropa. Daftar ini tidak termasuk Egy Maulana Vikri yang telah tiga musim mengenakan seragam klub Polandia, Lechia Gdansk.

  • Positif Untuk Ajang Piala Dunia U-20 

Keputusan pemain-pemain ini untuk menjajal kemampuannya di Eropa pasalnya patut untuk diapresiasi. Baik Brylian baik, Egy dan Witan, pasalnya berani untuk mengambil resiko keluar dari zona nyaman mereka. Ketiga pemain ini Bahkan tak terkecuali bagus sudah sangat tersohor di Indonesia. Mereka bahkan juga diramal dapat awet dengan seragam timnas dan jadi bintang pada kompetisi kompetisi lokal Apabila mereka tak mengalami cedera.

Ini artinya adalah bayaran besar togel hongkong 2020 bakal menaati keduanya Apabila mereka memilih kata bermain di Indonesia akan tetapi mereka bertiga memilih untuk meninggalkan semua itu demi mengasah kemampuan dan juga menaklukkan Benua Biru. Mental kompetitif yang dipunyai oleh pemain muda ini jelas sangat positif terutama untuk Brylian dan Witan yang menjadi andalan dari Timnas Indonesia u-19. Mereka pasti bisa mendapatkan pengalaman yang baru dan juga elima sepak bola yang mungkin saja tak bisa didapatkan mereka apabila tetap tinggal di tanah air.

Para pemain ini bakal merasakan level kompetisi yang jauh lebih menantang, sulit, kompetitif dan jauh lebih tinggi. Brylian dan kawan-kawan pun mesti beradaptasi juga dengan Cuaca dan juga makanan yang tentu saja berbeda dengan yang mereka alami di Indonesia. 

Walaupun jalan untuk sukses di Benua Biru bisa dikatakan berliku-liku, keputusan pemain-pemain muda tersebut bagus untuk Timnas Indonesia u-19 bakal tampil di piala dunia u-20 2021 karena pemain-pemain tersebut dapat membantu untuk meningkatkan level permainan dari tim Garuda Nusantara.

Henderson: Pelatih Tidak Menyadari Potensinya

Kapten Liverpool, Jordan Henderson mendapatkan perubahan posisi pemain sebagai gelandang nomor 8.Perubahan posisi tersebut dihasilkan setelah Henderson bersama dengan pelatih Liverpool, JurgenKlopp melakukan perbincangan.Jurgen Henderson mengaku telah meminta Klopp untuk memberinya kesempatan bermain pada posisi tersebut.

Melakukan Diskusi Serius Dengan JurgenKlopp

Pergantian posisi Henderson berawal dari permainan Fabinho sebagai deep lying playmaker yang sangat impresif dalam beberapa pekan terakhir.Penampilan pemain yang baru direkrut oleh Liverpool ini membuat Klopp sebagai pelatih harus menemukan gelandang yang tepat untuk mengimbanginya. Sebab dengan kombinasi gelandang yang tepat akan memberikan keleluasaan pada permainan Fabinho.

Dari permasalahan tersebut, Klopp kemudian melakukan diskusi yang serius dengan kapten kesebelasan, Jordan Henderson.Kapten Liverpool ini mengatakan jika Klopp bersama dengannya membahas peran tersebut secara intens.Dari perbincangan tersebut, Henderson kemudian diplot untuk bermain lebih maju.

Hasil yang membuat Henderson diletakkan sebagai gelandang nomor 8 diperoleh dari permintaan Henderson yang kemudian berlanjut dengan diskusi serius.Selain itu, untuk memperoleh data yang akurat, Henderson mengatakan jika Klopp menonton pertandingannya saat di Inggris. Pemain gelandang ini juga mengaku jika ia bermain lebih baik ketika ditempatkan pada posisi gelandang nomor 8.

Perubahan posisi yang diusulkan oleh Henderson ini ternyata berjalan dengan baik.Pada akhirnya Henderson mencetak gol pertamanya untuk membela Liverpool setelah bermain selama 18 bulan bersama klub ini.Gol pertama Henderson berhasil didapatkan pada saat bertanding melawan Southmapton yang berakhir dengan kemenangan 3-1 pada akhir pekan lalu.Kemudian Henderson kembali tampil dengan apik dalam pertandingan melawan Porto (2-0) pada Rabu (10/4).

Setelah kemenangan yang didapatkan Liverpool atas Porto, pelatih JurgenKlopp meminta maaf kepada kapten kesebelasan klub ini.Permohonan maaf ini dilakukan karena Klopp tidak menyadari potensi yang dimiliki oleh Henderson sejak awal.Sehingga dalam satu setengah tahun terakhir ini, Henderson tampil sebagai gelandang nomor 6.

Permainannya Menjadi Lebih Alamiah

Setelah berdiskusi dan menetapkan hasil untuk perubahan posisi Henderson, Klopp baru menyadari bahwa pemainnya bandar togel bursa terpercaya ini tampil dengan sangat baik dalam posisi barunya.Hal tersebut karena pada awalnya Henderson memang merupakan pemain gelandang nomor delapan. Akan tetapi, Klopp sebelumnya tidak menyadari hal tersebut karena ketika ia bergabung sebagai pelatih Liverpool, Henderson sudah ditempatkan sebagai gelandang nomor enam.

Penempatan Henderson sebagai pemain gelandang nomor enam merupakan keputusan dari pelatih Liverpool sebelumnya.Keputusan tersebut yang pada akhirnya diturunkan kepada JurgenKlopp. Sehingga pelatih Liverpool ini tidak mengetahui potensi yang dimiliki oleh kapten tim kesebelasan asuhannya. Hal tersebut membuat Klopp kemudian terlambat menyadari performa dan potensi yang ada pada kapten asuhannya, Henderson.

Gagasan mengenai pergantian posisi diungkapkan oleh kapten kesebelasan Liverpool ini sendiri kepada Klopp.Henderson mengungkapkan jika dirinya memberikan pemahaman kepada Klopp bahwa kapten kesebelasan ini dapat bermain lebih alamiah dalam posisi gelandang nomor delapan. Hal tersebut menurut Henderson karena ia telah lebih awal bermain dalam posisi tersebut.

Henderson mengatakan jika gagasannya untuk berganti posisi merupakan hal yang bakal menjadi pikiran Klopp.Hal tersebut terlihat dari Klopp yang kemudian memutuskan kembali menonton pertandingan Inggris untuk memutuskan gagasan yang diajukan oleh kapten timnya ini.Akhirnya Klopp menyadari bahwa Henderson dapat bermain di kedua posisi tersebut.Sehingga keputusan yang dibuat ini menjadikan Henderson mendapatkan pergantian posisi dalam permainan.

Bianconeri Harus Juara Liga Champions Jika Ingin Naik Level

Juventus dalam beberapa tahun yang terakhir ini memang tetap mendominasi liga Italia bahkan mereka mampu untuk meraih dan mempertahankan Scudetto selama beberapa musim berturut-turut. Akan tetapi, banyak yang menilai jika Bianconeri ingin setidaknya naik level dan lebih dianggap sebagai tim togel sgp terbaik di dunia, maka mereka harus berhasil untuk menjadi juara dari kompetisi tertinggi dan paling bergengsi di Eropa, Liga Champions.

Untuk Menjadi yang Terbaik di Dunia, Bianconeri Wajib Juarai Champions Musim Ini

Tidak ada tim yang berhasil untuk menjadi juara di liga domestiknya lebih dari 5 kali beruntun. Namun itu terjadi di Serie-A karena Juventus berhasil untuk meraih sekaligus mempertahankan gelar Scudettonya selama 7 kali beruntun. Bahkan hegemoni dan dominasi dari tim yang berjuluk Bianconeri ini pun juga dibuktikan lagi dengan mampu untuk merajai dan menjadi juara di empat laga final Coppa Italia mulai dari tahun 2012. Akan tetapi, hanya ada satu kompetisi yang sulit dimenangi.

Hanya liga Champions yang belum mampu untuk La Vecchia Signora untuk taklukan dan mereka sudah tidak pernah lagi merasakan yang namanya gelar sejak tahun 1996 dan selalu gagal dalam babak tertentu. Mereka memang berhasil masuk ke final sebanyak dua kali dalam 4 musim yang terakhir namun selalu kalah. Di musim 2014/2015, Juventus harus menyerah dari salah satu tim raksasa asal Spanyol yaitu Barcelona dan di 2016/2017, giliran Real Madrid yang mengalahkannya.

Jadi dua musim tersebut harus berakhir dengan Bianconeri dikalahkan oleh tim asal negeri matador seluruhnya. Kini dengan keberhasilan Juventus merekrut pemain bintang sekelas Cristiano Ronaldo, sekarang yang menjadi ambisi utama tim yang bermarkas di Turin ini adalah Champions apalagi Ronaldo telah merasakannya tiga kali beruntun bersama dengan Madrid dan kini sesuai dengan dugaan dan ekspektasi banyak pihak, kemungkinan besar tim ini akan sangat sulit untuk dibendung.

Dalam 13 pertandingan untuk semua kompetisi yang mereka lakoni, anak asuhan Massimiliano Allegri itu sama sekali tidak terkalahkan sedikitpun dan 12 laga berakhir dengan kemenangan penuh sementara 1 laga sedikit ternodai karena bermain imbang. Hasilnya adalah, Juventus terlalu nyaman berada di puncak klasemen meskipun masih sangat dekat dengan Inter Milan yang membayangi mereka di peringkat kedua dan Napoli di tempat ketiga. Peluang di Eropa pun juga semakin besar.

Saingan Terberat Bianconeri di Champions Menurut Allegri Adalah Barcelona

Di 3 laga yang mereka lakoni dalam babak penyisihan grup liga Champions, Bianconeri berhasil memenangkan semuanya termasuk laga berat menghadapi Manchester United karena mereka menaklukan MU yang bermain di Old Trafford, markas mereka. Seperti yang dilansir oleh Football Italia, Allegri mengatakan jika semua tim bekerja dengan baik dan kini sejarah pun telah berbicara. Di 7 tahun terakhir, titel juara Serie-A berhasil mereka peroleh termasuk lolos ke 2 final Champions.

Dia mengatakan jika menjaga dan mempertahankan level ini begitu susah dan bila mereka ingin semakin meninggalkan lawan-lawannya dan memperlebar jarak semakin jauh, mereka hanya memiliki satu cara yaitu menjadi juara liga Champions dan tidak ada yang lainnya. Jika dilihat dari sudut pandangnya, Allegri mengaku bahwa saingan beratnya kali ini untuk menjadi juara liga Champions adalah Barcelona yang juga berhasil memenangkan 3 pertandingan dengan skor besar.

Allegri mengatakan jika Bianconeri perlu untuk bersiap sebab pada bulan Maret tahun depan, Liga Champions akan menjadi kompetisi yang sangat berbeda dan tidak ada lagi cedera maupun hanya mengandalkan keberuntungan saja sebab semua pemain wajib untuk berada di kondisi terbaik mereka. Serie-A memang masih menjadi nomor 1 bagi Juventus menurut Allegri dan kemudian Coppa Italia dan yang terakhir adalah menjuarai Champions di musim ini.

Bahkan Mohamed Salah Terkejut Dengan Bentuk Liverpool-nya

Legenda hidup Liverpool, Phil Thompson percaya bahwa Mohamed Salah pun terkejut pada musim pertamanya yang sensasional di Anfield.Kini, dia menjadi superstar yang sebelumnya tidak pernah terduga.Seperti telah diketahui jika Salah telah menoreh banyak prestasi dan salah satunya sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Primer musim ini.Ini adalah prestasi yang menggembirakan.Fans Liverpool bahkan terkagum-kagum dengan kemampuan Salah.

Musim Terbaik Salah

Akhir-akhir ini, Salah memang tidak bisa luput dari media. Bintang asal Mesir itu saat ini memimpin tangga top scorer Liga Premier dengan perolehan 28 gol menyusul hasil empat golnya melawan Watford akhir pekan lalu. Prestasi ini juga membuatnya sekitar 5/4 lagi untuk memenangkan gelar PFA Player of the Year.Ini memang bisa diprediksi mengingat penampilan gemilangnya bersama The Reds.

Sebelumnya, setelah berjuang untuk meniti karir Chelsea yang cukup mempesona, Salah menarik perhatian The Reds berkat 29 gol dalam 65 penampilan untuk Roma, tetapi Thommo percaya bahwa Salah sendiri tidak menyangka tentang apa yang dia telah perbuat di Anfield. Dia memiliki pengaruh yang sangat besar baik untuk klub maupun fans. Tidak sedikit fans yang juga sangat mencintai Salah hingga mengakui ingin memeluk agama Islam.

Thommo mengatakan kepada media olahraga Sky Sports: “Ini adalah musim debut terbaiknya (Salah) sebagai penyerang dan itu hal yang tidak disangka atas apa yang dia lakukan.Ini pasti mimpi baginya dan saya membayangkan dia hampir tidak bisa memahami apa yang telah terjadi.”Thommo juga melanjutkan; “Dia datang dari Italia ke liga yang pastinya lebih tangguh dan lebih kuat secara fisik dan dia merasa itu mudah dikendalikan.Itu adalah segalanya yang diharapkan Liverpool.”

Kemampuan Salah Terus Meningkat

Thommo yang merupakan pemerhati dari The Soccer Saturday itu juga membandingkan kampanye pemain 25 tahun tersebut dengan Luis Suarez yang mencetak 30 gol untuk klub.Dia mengatakan: “Hal yang dicintai semua orang tentang Suarez adalah intensitasnya dan dia agresif, sedangkan sementara Salah memang cukup intens tapi dia seagresif Suarez.”

Dia menambahkan; “Namun, ini sama bagusnya, jika tidak lebih baik, terutama karena ini adalah musim pertamanya di sini sedangkan Suarez berada di liga selama beberapa musim sebelum dia benar-benar berproduksi.” Namun demikian, Thommo waspada bahwa akan sulit bagi Salah untuk terus mempertahankan prestasinya di level tertinggi. Apalagi, saat ini sudah mulai muncul perbandingan antara Salah dan Messi.Ini yang menarik.

“Jelas semua perbandingan dengan Lionel Messi sedang dibuat karena pusat gravitasi yang rendah dan cara bagaimana bola menempel di kaki kirinya, tetapi Messi telah jelas memperlihatkan secara konsisten pada tingkat tertinggi,” katanya. Mohammad Salah mungkin saja bisa mempertahankan prestasi dan performa serta penampilannya.

Menurut Thommo, Salah memang mendapatkan pujian sangat luas dari fans di seluruh dunia. Namun, ini tidak menandakan bahwa perjalanan karirnya akan mudah terutama di musim depan. Bisa saja musim depan akan menjadi lebih sulit. Ya, ini karena tidak sedikit pemain yang gemilang di awal musimnya, kemudian di musim kedua mulai memperlihatkan penurunan yang signifikan.

Thommo mengatakan; “Ada banyak pemain yang memiliki sindrom musim kedua, jadi akan menarik untuk melihat apakah dia akan turun performanya setelah musim panas (atau tidak).”Kita juga tentu menantikan bagaimana penampilan Salah di musim keduanya nanti.Tentu saja semua orang berharap yang terbaik baik untuk Salah maupun Liverpool.

Jika Sebagai Mourinho, Pep Tak Akan Putus Asa Buru Gelar

Setiap manager memiliki strategi dan kebijakan masing-masing. Mereka juga memiliki pandangan kedepan tentang klubnya sendiri atau klub lain dengan cara yang berbeda. Hal ini terlihat ketika Pep Guardiola, manager Man City mengatakan dia tidak akan berhenti dan menyerah dari perburuan gelar Premier League jika dia berada di posisi Jose Mourinho. Ini seperti sebuah kritikan atau bahkan tamparan bagi Mourinho.

Keputusasaan Jose Mourinho

Pep Guardiola dengan tegas katakan pada awak media jika dia tidak akan menyerah dan putusbasa dari perburuan gelar jika timnya, Man City berada di posisi yang sama dengan Man Utd asuhan Jose Mourinho. Memang akhir-akhir ini berbagai masalah landa Man Utd.Akan tetapi mereka sendiri berada di posisi kedua puncak klasemen.Hanya saja, perbedaan poin yang terpaut terlalu jauh dengan City membuat Mourinho putus asa bisa raih gelar juara musim ini.

Ya, kekalahan 2-0 Manchester United atas Tottenham pada hari Rabu (31/1) kemarin membuat mereka tertinggal 15 poin di belakang tim City Guardiola di puncak klasemen dengan hanya tersisa 13 pertandingan tersisa.Jose Mourinho mengakui City kini tidak bisa dikejar.Ini hanya memperlihatkan bahwa dirinya tetap putus asa untuk finis di urutan pertama dan meraih podium.Memang, ini adalah langkah yang berat bagi United.

Jose Mourinho mengatakan kepada awak media jika Manchester United harus puas jika nantinya finis kedua setelah dirinya mengakui Manchester City tidak bisa dikalahkan di puncak klasemen Premier League.Langkah Jose Mourinho ini juga menunjukkan bahwa dia sudah tidak bisa lagi meraih gelar togel online podium. Mungkin saja ini berimbas pada penampilan United sendiri yang dipandang kurang maksimal dengan berbagai pemain hebat di dalamnya.

Pep; Aku Tidak Akan Menyerah

Jika Jose Mourinho katakana demikian, maka hal seperti ini tidak berlaku pada Pep Guardiola jika dirinya berada di posisi United.Menjelang pertandingan Man City melawan Burnley di Turf Moor pada hari Sabtu, Guardiola ditanya apakah dia akan menyerah jika berada di posisi Mourinho. Dia justru mengatakan akan bermain sampai akhir pertandingan karena semua bisa berubah.

Dia menuturkan: “Tidak, saya tidak berpikir begitu. Itu tidak akan terjadi.Kami telah menunjukkan (kemampuan) bahkan setelah dua kekalahan di musim ini bahwa kami akan mencoba sampai akhir.Kami bermain setiap pertandingan untuk memberi pengertian pada apa yang kami lakukan. Saya tahu jarak 15 poin cukup besar saat ini. Ini adalah celah yang sama dari enam pertandingan yang lalu.

Pep juga menjelaskan bahwa semua bisa saja terjadi. “Dalam sepak bola dan olahraga apapun bisa terjadi.Anda bagus hari ini tapi besok Anda buruk.Hal terpenting yang telah kami lakukan adalah fokus.Menurut pengalaman saya hingga semuanya selesai, Anda harus siap menghadapi apapun.” Pep Guardiola seakan tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh Jose Mourinho untuk menyerah lebih awal. Memang, setiap manager memiliki pandangan yang berbeda.

Tentu, apa yang dikatakan setiap manager, paling tidak menggambarkan bagaimana strategi mereka. Ini juga pastinya berimbas pada performa permainan yang dilakukan oleh tim-nya. Keputusasaan Jose Mourinho, mungkin menjadi salah satu sebab kenapa United belum bisa menunjukkan performa maksimalnya seiring dengan musim yang akan berakhir. United hanya mempertahankan posisi kedua klasemen sementara, tidak lebih. Mereka tidak memiliki keinginan untuk meraih posisi City.

Winger Celtic Ingin Bisa Berlaga Lagi Saat Melawan PSG

Patrick Roberts, Winger Celtic, nampaknya punya harapan yang sangat besar bagi dirinya sendiri agar bisa segera sembuh dari cedera. Ia yang dikabarkan menderita cedera hamstring yang mana dialaminya saat Celtic berhadapan melawan Kilmarnock dalam lanjutan ajang bergengsi Liga Skotlandia yang digelar pada tanggal 28 Oktober kemarin berharap bisa segera kembali ke lapangan hijau untuk membela timnya pada akhir bulan ini.

Tekad Roberts Untuk Kembali Merumput

Nampaknya Roberts bakal kembali membela Celtic lebih cepat dari dugaan, juga ia diperkirakan berpeluang untuk kembali lagi merumput saat Celtic berhadapan dengan PSG (Paris Saint Germain) dalam lanjutan ajang bergengsi yakni Liga Champions. Winger jawara bertahan dari Liga Skotlandia itu juga telah dilarang bermain di lapangan hijau saat ia mengalami cedera hamstring ketika berhadapan dengan Kilmarnock. Namun sebenarnya ada beberapa kekhawatiran tersendiri bahwa cedera yang dialami Roberts itu bakal mengakhiri kiprahnya di perhelatan Liga Champions dengan hanya tersisa dua saja pertandingan.

Namun demikian Roberts sendiri lah yang sudah mengungkapkan bahwa ia berniat untuk bisa kemblai pulih dalam waktu yang jauh lebih cepat setelah mengalami jeda yang cukup panjang yakni jeda internasional berakhir. Dan ia juga memiliki tekad yang sangat bulat untuk bisa melawan raksasa dari Perancis, PSG, yang akan dihelat pada tanggal 22 November 2017 esok.

Harapan Besar Bagi Diri Sendiri

Roberts yang ditemu mengungkapkan kekecewaannya, “Sayang sekali saya waktu itu harus absen di 2 pertandingan sebelumnya ya, namun dengan adanya jeda internasional saya bisa istirahat dan juga kembali pulih secepatnya.” Ia juga menambahkan, “Saya telah kembali berlari dan juga jogging jadi ya saya harap saya bisa kembali bermain togel dengan cepat. Yang paling penting adalah hanya tinggal mengembalikan kekuatan dari kaki saya saja. Hal ini karena saya absen dalam kurun waktu satu minggu kurang lebih, jadi saya tetap saja bakal kehilangan kondisi tubuh saya yang fit.”

“Saya berjanji akan mengembalikan kondisi tubuh saya jadi fit lagi dan juga saya sangat berharap bakal cukup fit untuk bisa bermain lagi. Semoga saja saya sudah dapat kembali tepat sesudah jeda internasional selesai,” imbuhnya lagi.

Celtic sendiri saat ini menduduki peringkat ketiga di klasemen grup B pada Liga Champions. Perolehan poin yang mereka dapatkan sebanyak 6 poin, hanya selisih 11 poin saja dari PSG yang menjadi pemuncak klasemen.

Patrick Roberts Pemain Terbaik

Patrick Roberts adalah seorang pemain yang diharap-harapkan oleh Celtic. Bahkan Chris Davies, asisten manajer dari Celtic, mengakui bahwa dirinya masih bisa mungkin menarik kembali Roberts guna bergabung di Glasgow. Jika masih ingat, berita ini yang sempat santer diperbincangkan pada bulan Agustus lalu. Roberts berperan sangat penting dalam kesuksesan dari Celtic guna meraih gelar juara di Liga Skotlandia pada musim lalu.

Namun winger yang saat ini berseragam Manchester City tersebut sudah sangat sukses menunjukkan performanya yang luar biasa selama kurang lebih 18 bulan. Ia juga tercatat sebagai pemain pinjaman di klub Celtic yang sangat berpengaruh. Selama masa baktinya untuk Celtic, ia sudah membantu klub tersebut meraih gelar juara Liga Skotlandia dan juga berbagai macam prestasi lainnya. David juga mengatakan bahwa sampai saat ini bahkan pihaknya masih terus berbicara pada pemain muda 20 tahun itu agar mau bisa bergabung dengan Celtic. Ia mengaku senang bisa bekerjasama dengan Roberts dan akan selalu ada tempat bagi Roberts di Celtic apabila bagi yang lainnya tidak ada masalah.

Kalahkan Everton, Leicester Terus Naik Peringkat Klasemen

Manajer New Leicester Claude Puel mengatakan bahwa kemenangan atas Everton adalah cara “sempurna” untuk memulai mantra kemenangan. Mantan bos Southampton tersebut, yang telah ditunjuk untuk menggantikan Craig Shakespeare dipecat, melihat anak buahnya dapat melakukan pertandingan dengan sangat apik.Dia pun memuji anak asuhnya.

Leicester Terus Naik Peringkat

“Saya melihat tim Leicester dengan sikap yang baik, struktur yang bagus dan solidaritas yang besar. Saya terkesan dengan pemain saya, saya harap ini hanya awal dari sesuatu,”kata pria asal Prancis itu, yang timnya kini naik ke peringkat 11 di Liga Primer. Sepertinya, Leicester sudah mulai bangkit kembali setelah masa krisis dengan Ranieri .Mungkin ini waktunya untuk Leicester kembali juara.

Everton sendiri yang kini berada di bawah asuhan David Unsworth lintastoto setelah pemecatan Ronald Koemanberada di posisi terbawah tiga.Dalam pertandingan melawan Leicester, meskipun Everton mendominasi babak kedua, kurangnya kerjasama dan tajamnya lini depan membut klub tersebut hanya mencetak beberapa gol saja selama musim ini. Bahkan, hanya ada sedikit tendangan yang dilakukan.

Sementara untuk Leicester mereka telah merubah keadaan semenjak kepergian Shaksepeare.Mereka kini telah mendapatkan kembali rasa percaya dirinya.Bahkan, manta klub juara Liga Primer 2015-16 itu kini telah memenangkan tiga kali pertandingan secara berturut-turut di papan atas dan Piala Carabao.Ini bisa menjadi kado kemenangan untuk Puel yang sepertinya benar-benar dapat memahami para pemainnya.

Jika demikian, bukan tidak mungkin jika Leicester akan kembali menuai kemenangan di beberapa pertandingan ke depan dan ini tentu menjadi pertanda yang sangat baik akan kembalinya kejayaan Leicester sewaktu mereka dipimpin oleh Ranieri  di tahun pertamanya. Leicester bisa menjadi musang yang ditakuti oleh lawan-lawannya di Liga Primer.Ini bisa dibuktikan dengan peringkat terbawah beberapa waktu lalu yang kemudian mulai merangkak naik klasemen di waktu terakhir saat ini.

Kemenangan Baru, Trik Lama

Meskipun Puel sempat membawa Southampton ke final Piala EFL musim lalu, sepertinya kesan yang diterima belum sepenuhnya positif dan mendukung.  Ketika mengukuhkan kemenangannya di King Power Stadium, Puel melihat tim Leicester-nya menerapkan metode yang membuat mereka sukses merebut kemenangan yang mengejutkan. Leicester tampak bermain dengan sangat apik.

Memang, Everton memiliki lebih banyak bola, menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempermainkan Leicester dan memiliki lebih banyak pemain dalam posisi penyerang. Namun sebagai tim tuan rumah, Leicester memberikan ancaman yang lebih besar, terutama melalui serangan balik yang bisa dikatakan cepat dan mematikan. Tidak bisa dipungkiri, Gray telah menggetarkan lawan dengan gol pertama Leicester di pertandingan tersebut.

Bagaimanapun, Puel puas dengan permainan anak asuhnya.Dia mengatakan dirinya terkesan karena para pemain Leciester bermain dengan sangat baik di babak pertama dengan kerjasama antara para pemain yang juga sangat baik.Bahkan menurut Puel, gol pertama Leicester tersebut merupakan gol yang fantastis.Puel juga tidak menyembunyikan keterkejutannya mengingat Everton terlihat lebih menguasai pertandingan dan terlihat lebih kuat.

Terlihat Leicester telah mencatatkan kemenangan yang baru walau masih menggunakan trik yang lama yang pernah diterapkan Pule di timnya sebelumnya. Kini, Leicester tampaknya dapat bekerjasama dengan sangat baik dan mampu menjalankan perintah serta strategi dari sang pelatih dengan baik pula. Ini yang membuat Puel cukup bangga dengan kemenangan Leicester dan akan terus berupaya untuk naik ke peringkat teratas klasemen Liga Primer tahun ini.

Apakah Harry Kane Berpotensi Menjadi Pemenang Ballon d’Or?

Harry Kane terus berprestasi untuk “masuk ke dalam kelompok pemain kelas dunia” dengan dua gol dalam kemenangan grup Liga Champions 2-1 pada saat Tottenham melawan Borussia Dortmund. Striker Inggris berusia 24 tahun itu juga mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 saat melawan Everton di Liga Primer pada hari Sabtu kemarin. Dia menyumbang 103 gol untuk Tottenham dalam 170 pertandingan dan telah tercatat 30 kali dalam 22 pertandingan terakhirnya untuk klub dan negara.

Kesempatan Untuk Pemain Kelas Dunia

Tapi apakah semua itu cukup baginya untuk dianggap sebagai pemain kelas dunia? Dan apakah dia layak mendapat gelar individu tertinggi di dunia sepakbola, Ballon d’Or? Ini yang masih menjadi pertanyaan. Harry Kane meraih 100 gol dalam 169 pertandingan, lebih cepat dari Neymar, Thierry Henry, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Dia bisa saja meninggalkan Spurs untuk menjadi pemain totobet kelas dunia. Apakah hal itu akan dia lakukan?

Mantan pemain Manchester United dan Everton Phil Neville, yang merupakan ujung tombak untuk kemenangan Tottenham atas Borussia Dortmund dikabarkan bisa saja meninggalkan Spurs untuk menjadi pemain tingkat kelas dunia. Ini karena jikapun Spurs tetap menjadi klub papan atas, itu tidak akan cukup baik bagi Harry Kane untuk membesarkan namanya di dunia sepakbola.

Dia perlu ditantang untuk menjadi kandidat Ballon d’Ors. Dia harus menantang Liga Champions dan jika Spurs selalu menjadi “tim yang hampir”, pada akhirnya dia akan memilih untuk pergi dan bergabung dengan Real Madrid atau Barcelona. Sayangnya, akan selalu ada keraguan mengenai Harry Kane jika ingin meraih tingkat yang lebih tinggi.

Kesempatan Meraih Ballon d’Or

Pemenang Ballon d’Or sejak 2008 tercatat sebagai berikut;

  • Tahun 2008; Cristiano Ronaldo
  • Tahun 2009 – 2012 Lionel Messi
  • Tahun 2013 – 2014 Cristiano Ronaldo
  • Tahun 2015 Lionel Messi
  • Tahun 2016 Cristiano Ronaldo

Ballon d’Or akan membuat dia ditempatkan di tempat yang penuh dengan kehebatan dan membuatnya menjadi pemain terbaik. Sehingga wajar jika tujuan utama Cristiano Ronaldo dalam hidupnya sekarang termasuk Lionel Messi mungkin juga, adalah untuk memenangkan Ballon d’Or karena ini menunjukkan bahwa mereka adalah yang terbaik di dunia.

Kane memiliki naluri pembunuh dari [mantan striker Belanda] Ruud van Nistelrooy. Dia berkeliling dan membenci berdiam diri seperti Diego Costa. Dia adalah center-forward terlengkap yang pernah terlihat di lapangan hingga saat ini. Memang, semua itu terlihat egois. Akan tetapi, Kane juga memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Dia adalah pemain tim yang luar biasa.

Ambisi Kane yang Tinggi di Lapangan Hijau

Penulis olahraga Paul Jiggins, mengatakan bahwa Kane sangat ambisius dan sangat bertekad untuk sampai ke puncak. Paul tidak berpikir dia cukup di eselon atas pemain Eropa. Dia mungkin berada di empat atau lima striker papan atas dan dia memang striker top Inggris, tapi dia berhak di tempat yang lebih tinggi lagi. Ia memiliki ambisi yang sangat tinggi di lapangan hijau.

Gol pertama Kane ciptakan saat melawan Dortmund dan mulai terlihat kehebatan karirnya. Semua ini telah dilakukan melalui sebuah usaha dan kerja keras. Ini bukan sesuatu yang datang secara alami baginya. Dia telah bekerja keras untuk karirnya, serius dalam permainannya dan telah melakukan banyak hal mengejutkan. Kane juga merupakan striker pilihan ketiga di Spurs pada awalnya dan ia mulai berjuang dari sana. Setiap rintangan telah dialaminya dan dia telah berjuang melewatinya.