Winger Celtic Ingin Bisa Berlaga Lagi Saat Melawan PSG

Patrick Roberts, Winger Celtic, nampaknya punya harapan yang sangat besar bagi dirinya sendiri agar bisa segera sembuh dari cedera. Ia yang dikabarkan menderita cedera hamstring yang mana dialaminya saat Celtic berhadapan melawan Kilmarnock dalam lanjutan ajang bergengsi Liga Skotlandia yang digelar pada tanggal 28 Oktober kemarin berharap bisa segera kembali ke lapangan hijau untuk membela timnya pada akhir bulan ini.

Tekad Roberts Untuk Kembali Merumput

Nampaknya Roberts bakal kembali membela Celtic lebih cepat dari dugaan, juga ia diperkirakan berpeluang untuk kembali lagi merumput saat Celtic berhadapan dengan PSG (Paris Saint Germain) dalam lanjutan ajang bergengsi yakni Liga Champions. Winger jawara bertahan dari Liga Skotlandia itu juga telah dilarang bermain Poker online di lapangan hijau saat ia mengalami cedera hamstring ketika berhadapan dengan Kilmarnock. Namun sebenarnya ada beberapa kekhawatiran tersendiri bahwa cedera yang dialami Roberts itu bakal mengakhiri kiprahnya di perhelatan Liga Champions dengan hanya tersisa dua saja pertandingan.

Namun demikian Roberts sendiri lah yang sudah mengungkapkan bahwa ia berniat untuk bisa kemblai pulih dalam waktu yang jauh lebih cepat setelah mengalami jeda yang cukup panjang yakni jeda internasional berakhir. Dan ia juga memiliki tekad yang sangat bulat untuk bisa melawan raksasa dari Perancis, PSG, yang akan dihelat pada tanggal 22 November 2017 esok.

Harapan Besar Bagi Diri Sendiri

Roberts yang ditemu mengungkapkan kekecewaannya, “Sayang sekali saya waktu itu harus absen di 2 pertandingan sebelumnya ya, namun dengan adanya jeda internasional saya bisa istirahat dan juga kembali pulih secepatnya.” Ia juga menambahkan, “Saya telah kembali berlari dan juga jogging jadi ya saya harap saya bisa kembali bermain dengan cepat. Yang paling penting adalah hanya tinggal mengembalikan kekuatan dari kaki saya saja. Hal ini karena saya absen dalam kurun waktu satu minggu kurang lebih, jadi saya tetap saja bakal kehilangan kondisi tubuh saya yang fit.”

“Saya berjanji akan mengembalikan kondisi tubuh saya jadi fit lagi dan juga saya sangat berharap bakal cukup fit untuk bisa bermain lagi. Semoga saja saya sudah dapat kembali tepat sesudah jeda internasional selesai,” imbuhnya lagi.

Celtic sendiri saat ini menduduki peringkat ketiga di klasemen grup B pada Liga Champions. Perolehan poin yang mereka dapatkan sebanyak 6 poin, hanya selisih 11 poin saja dari PSG yang menjadi pemuncak klasemen.

Patrick Roberts Pemain Terbaik

Patrick Roberts adalah seorang pemain yang diharap-harapkan oleh Celtic. Bahkan Chris Davies, asisten manajer dari Celtic, mengakui bahwa dirinya masih bisa mungkin menarik kembali Roberts guna bergabung di Glasgow. Jika masih ingat, berita ini yang sempat santer diperbincangkan pada bulan Agustus lalu. Roberts berperan sangat penting dalam kesuksesan dari Celtic guna meraih gelar juara di Liga Skotlandia pada musim lalu.

Namun winger yang saat ini berseragam Manchester City tersebut sudah sangat sukses menunjukkan performanya yang luar biasa selama kurang lebih 18 bulan. Ia juga tercatat sebagai pemain pinjaman di klub Celtic yang sangat berpengaruh. Selama masa baktinya untuk Celtic, ia sudah membantu klub tersebut meraih gelar juara Liga Skotlandia dan juga berbagai macam prestasi lainnya. David juga mengatakan bahwa sampai saat ini bahkan pihaknya masih terus berbicara pada pemain muda 20 tahun itu agar mau bisa bergabung dengan Celtic. Ia mengaku senang bisa bekerjasama dengan Roberts dan akan selalu ada tempat bagi Roberts di Celtic apabila bagi yang lainnya tidak ada masalah.

Kalahkan Everton, Leicester Terus Naik Peringkat Klasemen

Manajer New Leicester Claude Puel mengatakan bahwa kemenangan atas Everton adalah cara “sempurna” untuk memulai mantra kemenangan. Mantan bos Southampton tersebut, yang telah ditunjuk untuk menggantikan Craig Shakespeare dipecat, melihat anak buahnya dapat melakukan pertandingan dengan sangat apik.Dia pun memuji anak asuhnya.

Leicester Terus Naik Peringkat

“Saya melihat tim Leicester dengan sikap yang baik, struktur yang bagus dan solidaritas yang besar. Saya terkesan dengan pemain saya, saya harap ini hanya awal dari sesuatu,”kata pria asal Prancis itu, yang timnya kini naik ke peringkat 11 di Liga Primer. Sepertinya, Leicester sudah mulai bangkit kembali setelah masa krisis dengan Ranieri .Mungkin ini waktunya untuk Leicester kembali juara.

Everton sendiri yang kini berada di bawah asuhan David Unsworth setelah pemecatan Ronald Koemanberada di posisi terbawah tiga.Dalam pertandingan melawan Leicester, meskipun Everton mendominasi babak kedua, kurangnya kerjasama dan tajamnya lini depan membut klub tersebut hanya mencetak beberapa gol saja selama musim ini. Bahkan, hanya ada sedikit tendangan yang dilakukan.

Sementara untuk Leicester mereka telah merubah keadaan semenjak kepergian Shaksepeare.Mereka kini telah mendapatkan kembali rasa percaya dirinya.Bahkan, manta klub juara Liga Primer 2015-16 itu kini telah memenangkan tiga kali pertandingan poker uang asli secara berturut-turut di papan atas dan Piala Carabao.Ini bisa menjadi kado kemenangan untuk Puel yang sepertinya benar-benar dapat memahami para pemainnya.

Jika demikian, bukan tidak mungkin jika Leicester akan kembali menuai kemenangan di beberapa pertandingan ke depan dan ini tentu menjadi pertanda yang sangat baik akan kembalinya kejayaan Leicester sewaktu mereka dipimpin oleh Ranieri  di tahun pertamanya. Leicester bisa menjadi musang yang ditakuti oleh lawan-lawannya di Liga Primer.Ini bisa dibuktikan dengan peringkat terbawah beberapa waktu lalu yang kemudian mulai merangkak naik klasemen di waktu terakhir saat ini.

Kemenangan Baru, Trik Lama

Meskipun Puel sempat membawa Southampton ke final Piala EFL musim lalu, sepertinya kesan yang diterima belum sepenuhnya positif dan mendukung.  Ketika mengukuhkan kemenangannya di King Power Stadium, Puel melihat tim Leicester-nya menerapkan metode yang membuat mereka sukses merebut kemenangan yang mengejutkan. Leicester tampak bermain dengan sangat apik.

Memang, Everton memiliki lebih banyak bola, menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempermainkan Leicester dan memiliki lebih banyak pemain dalam posisi penyerang. Namun sebagai tim tuan rumah, Leicester memberikan ancaman yang lebih besar, terutama melalui serangan balik yang bisa dikatakan cepat dan mematikan. Tidak bisa dipungkiri, Gray telah menggetarkan lawan dengan gol pertama Leicester di pertandingan tersebut.

Bagaimanapun, Puel puas dengan permainan anak asuhnya.Dia mengatakan dirinya terkesan karena para pemain Leciester bermain dengan sangat baik di babak pertama dengan kerjasama antara para pemain yang juga sangat baik.Bahkan menurut Puel, gol pertama Leicester tersebut merupakan gol yang fantastis.Puel juga tidak menyembunyikan keterkejutannya mengingat Everton terlihat lebih menguasai pertandingan dan terlihat lebih kuat.

Terlihat Leicester telah mencatatkan kemenangan yang baru walau masih menggunakan trik yang lama yang pernah diterapkan Pule di timnya sebelumnya. Kini, Leicester tampaknya dapat bekerjasama dengan sangat baik dan mampu menjalankan perintah serta strategi dari sang pelatih dengan baik pula. Ini yang membuat Puel cukup bangga dengan kemenangan Leicester dan akan terus berupaya untuk naik ke peringkat teratas klasemen Liga Primer tahun ini.

Apakah Harry Kane Berpotensi Menjadi Pemenang Ballon d’Or?

Harry Kane terus berprestasi untuk “masuk ke dalam kelompok pemain kelas dunia” dengan dua gol dalam kemenangan grup Liga Champions 2-1 pada saat Tottenham melawan Borussia Dortmund. Striker Inggris berusia 24 tahun itu juga mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 saat melawan Everton di Liga Primer pada hari Sabtu kemarin. Dia menyumbang 103 gol untuk Tottenham dalam 170 pertandingan dan telah tercatat 30 kali dalam 22 pertandingan terakhirnya untuk klub dan negara.

Kesempatan Untuk Pemain Kelas Dunia

Tapi apakah semua itu cukup baginya untuk dianggap sebagai pemain kelas dunia? Dan apakah dia layak mendapat gelar individu tertinggi di dunia sepakbola, Ballon d’Or? Ini yang masih menjadi pertanyaan. Harry Kane meraih 100 gol dalam 169 pertandingan, lebih cepat dari Neymar, Thierry Henry, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Dia bisa saja meninggalkan Spurs untuk menjadi pemain kelas dunia. Apakah hal itu akan dia lakukan?

Mantan pemain Manchester United dan Everton Phil Neville, yang merupakan ujung tombak untuk kemenangan Tottenham atas Borussia Dortmund dikabarkan bisa saja meninggalkan Spurs untuk menjadi pemain tingkat kelas dunia. Ini karena jikapun Spurs tetap menjadi klub papan atas, itu tidak akan cukup baik bagi Harry Kane untuk membesarkan namanya di dunia sepakbola.

Dia perlu ditantang untuk menjadi kandidat Ballon d’Ors. Dia harus menantang Liga Champions dan jika Spurs selalu menjadi “tim yang hampir”, pada akhirnya dia akan memilih untuk pergi dan bergabung dengan Real Madrid atau Barcelona. Sayangnya, akan selalu ada keraguan mengenai Harry Kane jika ingin meraih tingkat yang lebih tinggi.

Kesempatan Meraih Ballon d’Or

Pemenang Ballon d’Or sejak 2008 tercatat sebagai berikut;

  • Tahun 2008; Cristiano Ronaldo
  • Tahun 2009 – 2012 Lionel Messi
  • Tahun 2013 – 2014 Cristiano Ronaldo
  • Tahun 2015 Lionel Messi
  • Tahun 2016 Cristiano Ronaldo

Ballon d’Or akan membuat dia ditempatkan di tempat yang penuh dengan kehebatan dan membuatnya menjadi pemain terbaik. Sehingga wajar jika tujuan utama Cristiano Ronaldo dalam hidupnya sekarang termasuk Lionel Messi mungkin juga, adalah untuk memenangkan Ballon d’Or karena ini menunjukkan bahwa mereka adalah yang terbaik di dunia.

Kane memiliki naluri pembunuh dari [mantan striker Belanda] Ruud van Nistelrooy. Dia berkeliling dan membenci berdiam diri seperti Diego Costa. Dia adalah center-forward terlengkap yang pernah terlihat di lapangan hingga saat ini. Memang, semua itu terlihat egois. Akan tetapi, Kane juga memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Dia adalah pemain tim yang luar biasa.

Ambisi Kane yang Tinggi di Lapangan Hijau

Penulis olahraga Paul Jiggins, mengatakan bahwa Kane sangat ambisius dan sangat bertekad untuk sampai ke puncak. Paul tidak berpikir dia cukup di eselon atas pemain sepak bola Eropa. Dia mungkin berada di empat atau lima striker papan atas dan dia memang striker top Inggris, tapi dia berhak di tempat yang lebih tinggi lagi. Ia memiliki ambisi yang sangat tinggi di lapangan hijau.

Gol pertama Kane ciptakan saat melawan Dortmund dan mulai terlihat kehebatan karirnya. Semua ini telah dilakukan melalui sebuah usaha dan kerja keras. Ini bukan sesuatu yang datang secara alami baginya. Dia telah bekerja keras untuk karirnya, serius dalam permainannya dan telah melakukan banyak hal mengejutkan. Kane juga merupakan striker pilihan ketiga di Spurs pada awalnya dan ia mulai berjuang dari sana. Setiap rintangan telah dialaminya dan dia telah berjuang melewatinya.