Acara Berbau Mistis di Indonesia Akan ‘Kembali’ Populer?

Kehadiran tayangan Karma, yang ada di salah satu TV swasta Indonesia bukan Cuma menyita perhatian pemirsa, namun juga lembaga studi dan juga pemantauan media, Remotivi. Di awal bulan Mei ini, Removiti, dilansir dari CNN Indonesia, merilis hasil studi dalam bentuk video tentang acara yang mana menyuguhkan masalah pribadi orang lain dan juga dibumbui dengan unsure mistis tersebut.

 

Karma Buka Jalan Acara Mistis Kembali Lagi

“Karma sendiri adalah pewaris sah panjang dari tradisi kawin silang antara media dan mistisisme,” ungkap narrator dalam video yang memiliki durasi 9 menit itu. setelah menjelaskan dan menampilkan sejumlah cuplikan keganjilan yang mana ada di acara Karma, Remotivi akhirnya juga memaparkan riwayat tayangan dengan unsure mistis dan juga bagaimana perkembangannya yang kemudian bisa mepengaruhi pola pikir pemirsanya.

 

Ketika dihubungi, Wakil Direktur Remotivi yang mana menjabat juga sebagai penulis naskah dari video Karma di Balik Karma yang ditayangkan oleh ANTV, Yovantra Arief menuturkan soal alasan bagaimana acara dengan genre yang demikian itu bisa lumayan mendapatkan tempat dan akhirnya bisa digandrungi oleh banyak orang di Indonesia.

 

“Masalah kultur adalah salah satu yang mana paling dominan. Kultur ini sendiri sebenarnya bisa dikembangkan ke dalam bentuk yang beda. Akan tetapi, TV dan media membutuhkan yang bombastis yang fenonemal juga agar bisa menarik perhatian para penonton di TV,” imbuhnya lebih lanjut lewat sambungan telepon.

 

Kemunculan Karma yang ada di ANTV tersebut kemudian disebut-sebut sebagai pembuka jalan tayangan togel singapura yang berbau mistis kembali lagi ke TV setelah sempat populer dengan berbagai acara mistis yang lainnya misalnya saja Dunia Lain, Mister Tukul Jalan-Jalan dan lain sebagainya.

 

“Ya ini adalah dinamika TV. Hal mistis itu bisa dikatakan musiman, ada masanya laku banget, namun kemudian mati dang anti lagi dengan hal seperti joget-joget kemudian nyanyi. Karma ini sendiri pembuka jalan tayangan seperti ini kembali lagi ke TV,” ujarnya lebih lanjut.

 

Perkembangan Tayangan Horor di Indonesia

Acara mistis sendiri sebenarnya telah merajalela di TV Indonesia semenjak era Orde Baru. Genre horor berkembang dengan sangat pesat di Indonesia sesudah meledaknya film berjudul Ratu Ular pada tahun 1972.

 

Menjamurnya film horor saat itu, menurut studi Remotivi yang dikutip dari CNN Indonesia juga, bisa turut memicu Kode Etik Badan Sensor Film di tahun 1980 yang mana mewajibkan tokoh protagonisnya religius sebagai sosok penyelamat dalam tayangan horor. Hingga akhirnya pada akhir era Orde Baru, paham mistis itu muncul di TV seiring dengan tumbuhnya stasiun TV swasta lewat tayangan-tayangan horor misalnya Si Manis Jembatan Ancol dan juga Tuyul dan Mbak Yul.

 

Tayangan-tayanga yang demikian lah yang sempat menimbulkan kontroversi karena banyak pihak menganggap tayangan tersebut dapat menjauhkan masyarakat dari agama atau juga dari realitas. Meskupun demikian, unsure mistis di layar kaca tidak lantas sepenuhnya hilang begitu saja. “Seiring lengsernya Orde Baru, mistisisme ini menjamur dan juga hadir dalam berbagai bentuk miusalnya seperti Silet sampai dengan Reality Show seperti Dunia Lain,” kata narrator di video hasil studi dari Remotivi itu.

Menurut Yovantra, padahal media berhak untuk menyuguhkan hiburan yang berkualitas yang mana dibutuhkan oleh penonton. Begitu pun, penonton berhak menentukan pilihan juga dan memberi masukan apabila ada tayanga TV yang dianggap bermasalah bagi masyarakat.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *