Raih 22 Emas, Indonesia Puncaki Klasemen ASEAN Para Games 2017

Setelah gelaran SEA GAMES 2017 berakhir, ajang olahraga antar bangsa tetap berlanjut dengan ASEAN Para Games 2017. Sama-sama dilangsungkan di Malaysia, Indonesia dijawalkan mengikuti 11 cabang olahraga dari 16 cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang khusus atlet-atlet difabel itu.

 

Membawa 196 atlet, 53 pelatih dan 19 pelatih, kontingen Indonesia di ajang olahraga tingkat Asia Tenggara itu sudah dilepas Menpora Imam Nahrawi di Solo pada Selasa (12/9) pekan lalu. Sesuai jadwal, ASEAN Para Games 2017 akan berlangsung pada 17-23 September ini. Beberapa cabang olahraga di mana Indonesia turut serta adalah atletik, angkat berat, bulu tangkis, catur, goalball, sepakbola Cerebral Palsy (CP), panahan, tenis meja, renang, ten ping bowling dan voli duduk.

 

Tak butuh waktu lama, Muhammad Fadli Imammuddin menjadi atlet Indonesia pertama yang menyumbangkan medali untuk Nusantara. Fadli berhasil meraih pedali perunggu dari nomor sprint 1 km kategori C4 putra pada cabang paracycling hari Minggu (17/9). Setelah Fadli, kontingen Indonesia pun saling menyumbang medali hingga 43 keping hanya dalam dua hari pertandingan saja.

 

Jawara Sementara Dengan 22 Emas

 

Dalam klasemen perolehan emas sementara hari Senin (18/9) kemarin, kontingen Indonesia sudah mendapatkan 22 medali emas, 9 medali perak dan 12 medali perunggu. Mengalahkan tuan rumah Malaysia di posisi kedua, raihan Indonesia ini semakin disempurnakan oleh para atlet yang mampu memecahkan sembilan rekor.

 

Cabang renang dianggap sebagai lahan emas Indonesia karena sejauh ini sudah menyumbangkan sebelas emas. Atlet-atlet luar biasa itu adalah Laura Aurelia Dinda, Musa Mandan Karuba, Sapia Rumbaru, Kevin Ode Natama, Syuci Indriani, Aris Wibawa, Guntur, Marianus Melianus Yowei, Lince suebu dan Irfan Septiana.

 

Tak mau kalah dari renang, sembilan atlet cabang atletik juga memberikan medali emas. Mereka adalah Setiyo Budihartanto (lompat jauh T46/47), Abdul Halim Dalimunthe (lari 100 meter T11 putra), Endang Sari Sitorus (nomor lari 100 meter T12 putri), Yahya (lempar cakram F44 putra), Insan Nurhaida (lari 100 meter T36 putri), Putri Aulia (lari 100 meter T13 putri), Karisma Evi Tiaran (lompat jauh T44 putri), Sapto Yogo Purnomo (lari 100 meter T38 putra), dan Agustinus Tinabela (lari 5.000 meter putra T12/13). Melengkapi perolehan dua cabang itu, dua atlet angkat besi yakni Nur Jannah Kamsyah (nomor 41 kg) dan Ni Nengah (nomor 45 kg) berhasil menyumbang dua medali emas.

 

Laura Aurelia Jadi Idola Baru

 

Sang peraih medali emas pertama untuk kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2017 adalah Laura Aurelia Dinda. Perempuan cantik berusia 18 tahun itupun langsung jadi idola baru karena kegigihannya. Baru pertama kali ikut ajang ASEAN Para Games, mahasiswi UGM Yogyakarta itu mampu mencatat waktu 1 menit 30,27 detik saat tampil di nomor 100 meter gaya bebas kelas S6 (kedua kaki lemah dan biasa menggunakan kursi roda) pada cabang renang.

 

Kepada Republika, Laura mengaku kalau dia merasakan ketakutan lur biasa hingga kakinya susah melangkah. Ketika menghadapi atlet Togel Singapura yang sudah dikenal bagus, Laura merasa kakinya begitu berat dan hanya bermodalkan kayuhan tangan, Laura mampu mencapai garis finish. Dari penuturannya, Laura sudah menekuni renang sejak kelas 3 SD.Tapi musibah di kamar mandi pada tahun 2015 membuat tulang Laura patah dan dia berenang tanpa kaki.