Kembalinya Teror Pastur Tanpa Kepala di ‘HANTU JERUK PURUT REBORN’

Tahun 2006 silam, di saat film horor Indonesia tengah memasuki masa keemasannya, HANTU JERUK PURUT rilis. Memasang aktor dan aktris muda pada waktu itu seperti Sheila Marcia, Angie Virgin, Samuel Zylgwyn dan mendiang Valia Rahma. Berbeda dengan film horor Indonesia yang sudah terbiasa menampilkan kuntilanak, tuyul, genderuwo atau pocong, HANTU JERUK PURUT mengusung urban legend baru.

 

Adalah sosok pastur tanpa kepala yang muncul di TPU Jeruk Purut Jakarta dan diangkat kisahnya dalam film. Legenda hantu jeruk purut yang meningkat karena perilisan film itu sempat membuat banyak orang penasaran dan mencari tahu seperti apa sosok nyata si pastur kepala buntung, langsung di TPU Jeruk Purut. Singkat kata, HANTU JERUK PURUT saat itu sukses besar dan mampu menebar teror baru dalam dunia mistis Indonesia.

 

Bangkitnya Pastur Kepala Buntung Setelah 11 Tahun

 

Menjadi salah satu film horor Indonesia paling dikenal, sang produser film pertamanya yakni Shankar pun berniat melahirkan lagi urban legend ini dan memperkenalkannya kepada kaum millenial. Terinspirasi pada kesuksesan film-film lawas Indonesia yang kembali merilis sekuelnya, Shankar pun mendaulat Nayato Fio Nuala untuk kembali lagi mengarahkan HANTU JERUK PURUT REBORN.

 

Dalam versi terbarunya ini, hanya ada dua karakter yang kembali yakni Nadine (Sheila Marcia) dan Airin (Angie). Sesuai dengan judulnya yang reborn (lahir kembali), dikisahkan jika sang pastur kepala buntung berhasil bangkit dari kuburnya dan menebarkan teror lagi. Masih setia gentayangan di TPU Jeruk Purut, HANTU JERUK PURUT REBORN tampaknya menjaga betul tujuan Shankar yang tidak mengubah cerita misteri awal dari sang hantu pastur.

 

“Ikon hantu pastur masih akan ditampilkan dalam film ini. Sejak awal dibuat kan memang hantu pasturnya adalah benang merah cerita. Apalagi masih sangat sering orang melihat hantu itu. Bahkan sekarang masih ada kayaknya, sampai hari ini,” papar Shankar seperti dilansir Liputan6. Kendati tetap memasang dua aktris lawasnya sebagai pemeran utama, Nayato juga menggunakan sederet aktor-aktris muda untuk membuat jalinan kisah lebih segar.

 

Semakin Maraknya Tren ‘Reborn’ di Film Indonesia

 

Sah-sah saja jika semakin banyak sineas Indonesia membuat sekuel atau meremake sebuah film yang pernah laris dari masanya. Sebut saja ADA APA DENGAN CINTA 2 yang berhasil memperoleh lebih dari 3,6 juta penonton dan masuk dalam 10 besar daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa. Rilis tahun 2016 itu, lanjutan kisah cinta fenomenal Rangga dan Cinta itu berhasil melanjutkan kesuksesan ADA APA DENGAN CINTA yang rilis tahun 2002.

 

Hasil fantastis pun dicetak WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS PART 1 yang memuncaki daftar film terlaris dengan total lebih dari enam juta penonton. Karena itulah pada tahun 2017 ini bermunculan film-film sekuel atau remake seperti remake film JOMBLO, EIFFEL I’M IN LOVE 2, AYAT-AYAT CINTA 2 dan tentunya HANTU JERUK PURUT REBORN.

 

Tinggal dilihat saja siapa yang berhasil comeback dengan sukses atau malah menuai hujatan karena gagal sebaik predesornya. Kalau kamu sendiri, lebih minat menonton sekuel atau remake film Domino qiu qiu yang mana nih?

Kisah Bayi Debora Pulang Tanpa Nyawa

Tangis pilu sangat dirasakan oleh ibunda bayi Debora, Henny Silalahi hanya bisa menangisi kepergian sang putri kecilnya untuk selama-lamanya yang masih berumur empat bulan. Bayi Debora diduga meninggal karena keterlambatan pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit karena terbentur biaya. Henny sangat kecewa terhadap layanan yang diberikan rumah sakit sehingga membuat nyawa anaknya melayang.

 

Kronologi bayi Debora hingga tak bernyawa

Kejadian bermula sekitaran pukur 03:00 dini hari, Henny dan suami membawa Bayi Debora karena secara tiba-tiba sesak nafas. Henny langsung membawa putrinya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan tanpa berpikir mengenai rumah sakit tersebut mau menerima BPJS atau tidak.

 

Setelah sampai di salah satu RS daerah Jakarta Barat, Debora dilarikan ke UGD serta langsung ditangani oleh dokter. Kemudian dokter mengatakan jika Debora harus dimasukkan ke dalam ruangan PICU (Perinatology intensive care unit) karena hangat. Henny hanya mengikuti saran dokter demi keselamatan anaknya, karena menurutnya dokter lebih memahami yang terbaik untuk Debora.

 

Namun Henny tersadar, jika biaya layanan PICU tak murah, dan bagian administrasi raja poker mengatakan biaya masuk PICU harus terlebih dulu membayar DP 19 juta rupiah atau 50% sekitar 11 juta rupiah, ungkap Henny. Henny dan suami hanya membawa 7 juta bahkan sudah terpakai 2 jua untuk biaya administrasi, Henny meminta bagian Administrasi menerima uang 5 juta tersebut sebagai jaminan. Namun pihak administrasi tetap meminta Henny membayar uang sebesar yang diminta.

 

Bahkan Henny sudah Bersimpuh dan berjanji untuk melunasi kekurangannya, namun tetap tak bisa. Kemudian suaminya pulang untuk mencari sisa uang untuk bisa mengumpulkan sebesar nominal yang di minta agar bisa masuk ke PICU. Henny berusaha menghubungi teman-temannya untuk meminta mencarikan RS yang memiliki ruang PICU serta menerima BPJS.

 

Namun Henny tak kuasa melihat tubuh bayi Debora yang terbujur kaku, belum mendapatkan perawatan memadai, nyawa bayi Debora sudah melayang. Melihat Henny mengangkat Debora, dokter hanya mengucapkan turut berbelasungkawa lalu kembali duduk ke tempat meja kerjanya.

 

Pihak RS menawarkan Ambulance mengantar jenazah Debora karena hal tersebut aturan dari RS, henny menyebut jika giliran seperti itu mereka ingat aturan sedangkan menyelamatkan nyawa Debora mereka tak ingat. Karena kecewa Henny menolak dan membawa Debora pulang dengan sepeda motor.

 

Keluarga bayi Debora harapkan pihak rumah sakit minta maaf

Henny sadar jika takdir putrinya hidup di dunia sebentar saja, namun dirinya lebih ikhlas melepas kepergian Debora jika sang putri mendapat perawatan memadai dan terbaik dari RS tersebut. Tak banyak diharapkan oleh Henny kepada pihak RS yang menangani putrinya, baginya putri kecilnya tak bisa kembali. Dirinya hanya berharap agar kejadian yang menimpa Debora tak terulang lagi pada Debora- Debora lainnya. Henny juga mendatangi KPAI dan berharap bisa menjadi perhatian bagi KPAI agar membuat sistem serta memastikan efektifitas kesehatan Indonesia.

 

Tim pengacara Henny, Brigaldo Sinaga menyampaikan, pihak keluarga Debora tak menuntut untuk ganti rugi kepada pihak RS, namun pihaknya hanya meminta agar pihak rumah sakit meminta maaf dan menyatakan kesalahannya dan kemudian menyampaikan empatinya.

 

Brigaldo menambahkan, hal ini agar bagi pihak RS yang berkaitan dan RS lainnya di seluruh Indonesia tak mengulangi kesalahan tersebut kepada pasien yang kurang mampu. Sehingga kepergian Debora menjadi martir untuk kehidupan bayi-bayi yang lain.

Aladin Live Action Movie Tak Libatkan Aktor Kulit Putih

Seperti yang sudah diketahui, film-film animasi jebolan Walt Disney begitu banyak digemari oleh orang-orang tidak hanya anak kecil saja namun juga orang dewasa. Dan beberapa tahun terakhir ini memang Walt Disney Studios telah berhasil meremake dan mengadaptasi beberapa film animasi klasik ke dalam bentuk live action. Sebut saja, Maleficent, Cinderella, Alice in Wonderland, dan The Jungle Book. Serta yang tidak ketinggalan adalah yang paling terbaru Beauty and the Beast.

Berkat keberhasilan yang mana ditorehkan oleh Walt Disney itu, mereka berencana akan meremake dan mengadaptasi ulang film-film animasi klasik ke dalam live action movie. sebut saja yang sedang digarap saat itu adalah Mulan yang bakal disutradarai oleh Niki Caro. Tidak ketinggalan film animasi klasik The Lion King yang mana sutadaranya adalah Jon Favreau. Begitu juga dengan film animasi klasik legendaris dengan sosok jin biru, Aladin, yang disutradarai oleh Guy Ritche.

Belum ada Jadwal Rilis

Sayang sekali dari pihak Walt Disney belum mengumumkan tanggal pastinya kapan Aladin akan tayang perdana. Namun para penggemar Walt Disney dan Aladin berharap mereka segera melakukan proses syuting. Walt Disney sudah melakukan proses casting dan pastinya para penggemar Aladin tidak sabar mengetahui siapakah yang akan mengambil peran utama dari film legendaris ini. menurut produsernya, Dan Lin, karakter utama dari Aladin ini bukanlah seorang aktor berkulit putih.

Sean Bailey, President Motion Pictures Production dalam Walt Disney Studio, menyampaikan dalam wawancara yang dilansir dari Vulture, bahwa proses pemilihannya sangat ketat dan detail. ia juga membahas proses pemilihan Ritche untuk proyek ini dan juga bagaimana Aladin mempunyai hubungan dengan film masa lalunya. Bailey mengatakan bahwa Guy tertarik untuk mengerjakan film Aladin ini karena ceritanya benar-benar menyoal pejuang jalanan. Guy juga menambahkan bahwa Aladin adalah seorang pejuang jalanan yang benar-benar membuat kebaikan. “Guy mempunyai versi ceritanya sendiri dan itu dari cerita yang ada dalam kehidupannya. Namun ia ingin menghargai dan menghormai Disney. Namun ia menyumbang ide yang sangat cemerlang soal musiknya, misal. Dan kami berpikir bahwa kami belum pernah melakukan ini sebelumnya,” ungkapnya lebih lanjut.

Bailey juga berharap agar film Aladin garapan Rithce ini bisa mendulang kesuksesan juga, sama seperti versi animasinya. “Kami bakal memastikan kalau kami menghabiskan banyak waktu dengan berbicara tentang kontrak dengan penonton pada judul-judul tertentu. Kami akan memberikan hal yang baru dan beda di Aladin,” imbuhnya.

Will Smith Pamer Foto Selfie dengan Para Bintang Film Action Aladin

Sampai saat ini pihak Disney juga sudah berupaya menghormati film Aladin dengan cara menghindari pemain berkulit putih guna berperan sebagai karakter utama dalam film live action ini. dan salah satunya adalah Will Smith. Ia berperan sebagai jin biru dalam film ini yaitu Genie. Ia sempat mengunggah foto selfienya bersama dengan 3 pemeran utama Aladin. Dalam foto tersebut ia menuliskan, “Kami baru memulai syuting film Aladin dan saya ingin memperkenalkan pada kalian keluarga baru togel online kami. Mena Massoud (Aladin), Naomi Scott (Princess) dan Marwan Kenzari (Jafar). Dan saya di sini sebagai Genie itu dia!”

Pastinya kalian sudah tidak sabar, bukan, menanti film animasi legendaris ini diputar dalam bentuk live action. Mari, kita nantikan bagaimana film yang skenarionya ditulis oleh John August ini akan menarik hati para penggemar Aladin.

Ponyo On The Cliff By The Sea—Kisah Ikan Mas Ingin Jadi Manusia

Film Animasi memang sangat disukai oleh anak-anak. Bila anda ingin membawa anak atau keponakan anda ke bioskop untuk menonton film animasi, Ponyo On The Cliff By The Sea (Gake no Ue no Ponyo), dirasa sangat pas untuk menemani liburan kali ini. Film produksi Studio Ghibli memang tak perlu diragukan lagi keapikannya. Hampir semua filmnya memiliki banyak peminat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Jadi walaupun menonton kartun di bioskop, anda tak akan rugi dengan alur cerita, gambar dan alunan musik latarnya yang memanjakan.

Sinopsis Film Ponyo On The Cliff By The Sea

Ponyo On The Cliff By The Sea memang bukan film baru, karena telah rilis pada tahun 2009 lalu di Jepang. Tapi di Indonesia, film ini sedang tayang dan dapat disaksikan di bioskop CGV. Sebelumnya Hayao Miyazaki telah sukses secara komersial dengan karyanya berjudul ‘Howl’s Moving Castle’ yang memperoleh kritikan. Kemudian, sutradara kawakan itu juga menelurkan karya yang kesembilan, Ponyo On The Cliff By The Sea, berkisah tentang perjuangan seekor ikan mas kecil yang ingin menjadi manusia.

Ceritanya bermula dari seekor ikan mas yang terperangkap di dalam sebuah botol bekas sampah di laut. Kisahnya pun berlanjut, ikan ini diselamatkan oleh bocah berusia 5 tahun bernama Sosuke. Sosuke tinggal bersama ibunya. Kemudian ikan mas itu diberi nama Ponyo (dibaca Po-Nyo). Tanpa sengaja, Ponyo merasakan darah manusia, setelah dia menjilat luka di jari Sosuke. Pertemanan Ponyo dan Sosuke terus berlangsung. Hal itu membuat Ponyo ingin menjadi manusia.

Tapi sang ayah, Fujimoto, membawa Ponyo kembali ke lautan. Fujimoto adalah mantan manusia yang telah berubah menjadi pemelihara kelestarian laut.  Menurut Fujimoto, manusia merupakan makhluk menjijikkan perusak kehidupan laut dan mengotori segala isinya dengan sampah. Ponyo juga dikurung dan Fujimoto menggunakan ramuan sihirnya agar dapat menghalangi Ponyo menjadi manusia.

Tapi dengan bantuan adik-adiknya, yang merupakan sekumpulan ikan mas, Ponyo berhasil kabur dan menggunakan ramuan sihir ayahnya. Hal itu membuat Ponyo memiliki kekuatan besar. Tujuan Ponyo setelah menjadi manusia, adalah ingin menemui Sosuke. Di sisi lain, Sosuke nampak sangat murung karena telah kehilangan Ponyo.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Apakah Ponyo dapat berubah menjadi manusia?

Ponyo On The Cliff By The Sea Setara Dengan My Neighbor Totoro

Dalam film Ponyo On The Cliff By The Sea, Miyazaki membuat anime fantasi dengan gaya cerita yang sederhana dan banyak bahasa visual. Hal itu pernah dilakukannya ketika menggarap ‘My Neighbor Totoro’, karya legendarisnya yang sangat terkenal.  Tidah hanya itu saja, di film ini Miyazaki juga mengusung isu terkait dengan lingkungan, terutama laut dan habitatnya. Seperti pada karya animasi sebelumnya.

Miyazaki pun tak setengah-setengah dalam mencurahkan kreasinya, karena menurut kabar dewa poker yang beredar, Miyazaki turun tangan dalam menggambar sendiri konsep gambar laut dan ombaknya, agar dapat menciptakan gaya lautan yang unik.

Gaya cerita sederhana inilah yang membuat film Ponyo On The Cliff By The Sea sangat menarik untuk disaksikan oleh anak-anak sampai orang dewasa. Meskipun ceritanya sederhana, tapi banyak pesan yang dapat diambil dan diajarkan pada anak-anak saat menontonnya. Seperti tindakan untuk menjaga lingkungan, sehingga tercipta lingkungan yang bersih. Selain itu cerita antara Sosuke dan Ponyo mengajarkan anak-anak tentang kasih sayang , pertemanan, arti ketulusan, saling memiliki dan kepedulian pada sesama

Jika membandingkan dengan karya Miyazaki sebelumnya, Ponyo On The Cliff By The Sea setara dengan My Neighbor Totoro dan lebih bagus dibandingkan Howl’s Moving Castle, tapi sedikit berada di bawah Castle In The Sky dan Spirited Away.

Dominic Thiem Pasang Target Untuk Bangkit dengan Strategi Anyar

Dominic Thiem, pekan ini di peringkat ATP, menemukan dirinya sendiri sebagai pemimpin generasi masa depan dunia tenis putra. Thiem pasalnya sekarang sedang berada di peringkat terbaiknya, yakni di peringkat 7. Ia merupakan petenis dengan peringkat tertinggi yang usianya di bawah 27 tahun.

Petenis Muda yang Berbakat

Tidak hanya itu, Thiem juga menjadi petenis dengan peringkat tertinggi yang belum memenangkan gelar Grand Slam yang mana sudah didominasi para petenis yang dijuluki Big Flour selama 1 dekade terakhir. Thiem juga sudah digadang-gadang sebagai bintang masa depan oleh banyak sekali orang khusunya mereka pecinta tenis. Di usianya yang saat ini menginjak 23 tahun., ia sudah menjadi semifinalis French Open sebanyak kurang lebih 2 kali dengan sejumlah koleksi, yakni 8 gelar atas nama dirinya.

Bersama dengan Petenis lainnya seperti sebut saja petenis peringkat 8 dunia, Alexander Zverev, ia diharapkan bisa membawa tenis lebih berkembang. Ia juga diharapkan dapat mengisi kekosongan perkembangan generasi tenis yang kosong setelah era Big Four berakhir. Walau demikian, Thiem sendiri mengakui bahwasanya ia masih harus melalui banyak jalan yang cukup panjang juga.

“Kami masih harus memenangkan pertandingan banyak lagi sehingga layak untuk disebut sebagai hal besar selanjutnya yang ada di dunia tenis. Sungguh amat sangat luar biasa mendengarnya, namun saya pikir hal itu masih jadi jalan yang cukup panjang untuk kami berdua,” ungkapnya.

Di musim ini, Thiem sudah menaklukan 3 dari keempat Big Four. Roger Federer yang mana adalah anggota Big Four yang belum juga bisa ia kalahkan di musim ini. “Saya rasa saat ini semuanya menjadi lebih baik bagi petenis-petenis yang lebih muda sejak satu ataupun dua tahun terakhir ini. ada beberapa turnamen yang kami ikuti sebagai suatu gebrakan untuk melawan mereka. namun untuk memenagkan Grand Salm ataupun turnamen Masters 1000, Anda biasanya harus mengalahkan 2 dari Big Four secara beruntun dan itu tidak mudah,” ucapnya lagi.

“Hal itu tentunya sangat berat untuk dicapai dan itu dia mengapa masih kecil peluang bagi para petenis dewa poker lainnya untuk memenangkan gelar-gelar besar,” jelasnya lebih lanjut tentang rivalitasnya dengan keempat petenis besar tersebut.

Dedikasi yang Tinggi dari Thiem

Dedikasi tak akan pernah menjadi masalah bagi dirinya yang pasalnya sudah melakoni sebanyak 53 pertandingan di musim ini. ia menemukan konsistensi yang masih menjadi sedikit masalah bagi dirinya. Setelah penampilannya yang mumpuni di musim clay-court Eropa, ia harus menelan pil pahit karena harus kalah di babak pertama turnamen Grass-court yang digelar di Jerman dan juga Turki. Namun di Wimbledon, ia bisa membayar semua kekalahannya dengan lolos ke babak keempat.

Tak seperti musim-musim yang sebelumnya, ia memilih untuk melewatkan turnamen di rumahnya sendiri, yakni di Kitzbuhel, untuk turun di Washington pada pekan ini. diunggulkan sebagai pemain unggulan pertama di Citi Open, targetnya sekarang ini adalah membangun fondasi kuat untuk kesuksesan pada turnamen Amerika Utara. Dan sampai saat ini, Thiem juga belum pernah melakoni final di benua itu.

“Prioritas utama adalah menemukan permainan yang terbaik dan juga perjalanan yang sangat panjang berawal dari sini. Saya datang ke Washington untuk  kali pertamanya karena saya sangat ingin melakoni musim hard-court yang bagus. Pada musim-musim sebelumnya, saya selalu saja tiba di turnamen clay-court Eropa, dan itu tak terlalu berjalan baik dan bisa berhasil. Saya berharap dengan sangat kali ini akan berakhir dengan sangat baik dan lebih baik dari pekan pertama,” harapnya.