Para pesebakbola dari Timnas Arab Saudi mengabaikan ajakan untuk mengheningkan cipta bagi para korban teroris di London. Penolak itu terjadi saat Timnas Arab Saudi bertandang ke Adelaide, Australia, guna menandangi laga kualifikasi Piala Duna 2018 pada hari Kamis (8/6) lalu. Undangan untuk mengheningkan cipta itu disampaikan guna mengenang 2 warga Australia gang saat ada serangan terorisme di London pada hari Sabtu (3/6) lalu tewas dalam serangan London Bridge dan Borough Market itu.

Aksi Cuek dan Terkesan Menolak Mengheningkan Cipta

Saat pemain Timnas Australia dan para penonton mengheningkan cipta, para pemain Arab Saudi malah terus melakukan jogging dan juga melakukan pemanasan dengan main bola di lapangan tanpa menghiraukan yang lainnya sedang mengheningkan cipta. Ada sebuah gambar dari pertandingan itu menunjukkan ada satu pemain Timnas Arab Saudi bernama Salman Al-Faraj yang berdiri berhadapan dengan anggota tim Australia dengan kedua tangannya berkacak pinggang.

Pasalnya, Konfederasi Sepak Bola Asia sudah menyetujui ritual untuk mengheningkan cipta yang bertolak belakang dengan kehendak Arab Saudi. Hal ini disampaikan oleh Adam Peacock, seorang presenter Fox Sports Australia yang mencuitkan hal togel hk ini di akun twitternya.

Seperti yang dilansir dari laman the Guardian, sebenarnya Federasi Sepakbola Australia sudah berulang kali mendekati Timnas Arab untuk ikut andil dalam penghormatan itu, tapi tetap saja gagal, disampaikan oleh Peacock juga.

Korban Asal Australia Tewas dalam Aksi Teror London Bridge dan Borough Market

Diberitakan sebelumnya bahwa 2 warga Australia yang bernama Sara Zelenak (21) yang berasal dari Brisbane dan juga Kristy Boden (28) dari Australia Selatan yang tewas dalam serangan teroris itu. Zelenak sendiri bekerja sebagai pengasih dan Boden sendiri seorang perawat. Keluarga Boden mengatakan bahwa perempuan itu malahan berlari ke arah bahaya karena ia ingin menolong korban penyerangan.

Selain dua orang yang tewas itu, ada 2 warga Australia yang ditikam lehernya dalam serangan yang diklaim dilancarkan oleh Kelompok Teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Keputusan Timnas Arab yang mengabaikan ajakan mengheningkan cipta menuai banyak kritik dari para pengguna twitter. Namun ada juga yang membela apa yang dilakukan oleh timnas Arab itu dengan menyebutkann bahwa mengheningkan cipta bukan suatu prosesi yang diakui dalam memberikan sebuah rasa hormat atau pun cara bebela sungkawa.

Mengheningkan Cipta Bukan lah Budaya Arab Saudi

Disebutkan bahwa sebenarnya budaya mengheningkan cipta bukanlah budaya dari Arab Saudi, lebih-lebih lagi bukan budaya Islam. Keterangan itu malahan bertentangan dengan pemandangan serupa yang mana tak pernah ada dalam kasus-kasus yang pernah terjadi di negara-negara Teluk.

Termasuk juga, saat menghormati kematian Raja Saudi Abdullah, ada prosesi mengheningkan cipta yang pernah dilakukan. Dan contoh yang lainnya adalah saat Tim Arab Saudi, al-Ahli Saudi FC yang berdiri dalam keheningan sesaat sebelum pertandingan dalam pentas Qatar Airways Cup di mana saat itu mereka melawan Barcelona pada bulan Desember 2016. Tentu saja aksi ini membuat tanda tanya dari para penonton dan penikmat sepakbola bahkan pengamat politik dan pengamat agama karena dinilai tidak sejalan dengan apa yang sudah dikatakan dan dilakukan. Dan ini menimbulkan kekecewaan di beberapa pihak.

Dalam pertandingan ini Australia memenangkan pertandingan ini dengan total skor 3-2 dan dengan ini membuka peluang mereka untuk lolos ke Final Piala Dinua 2018 di Rusia esok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *