Keprihatinan dari negara lain muncul setelah adanya mengumuman dari beberapa negara Timur Tengah yang memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar karena Qatar dianggap sebagai negara yang mendukung dan mendanai terorisme namun hal tersebut belum pernah di dialogkan negara-negara tersebut dengan Qatar. Bahkan hingga sekarang Qatar merasa negaranya tengah mengalami kampanye hitam karena mereka tidak merasa mendukung terorisme dan tidak pernah mencampuri urusan dari negara lain seperti yang dituduhkan kepada negara mereka.

 

Menlu Jerman tuding Donald Trump sebagai dalam dari putusnya hubungan antara Arab Saudi dengan Qatar

Menlu Jerman Sigmar Gabriel menuding jika presiden Amerika serikat Donald Trump merupakan penyebab munculnya konflik  poin4d di Timur Tengah, Donald Trump mempertaruhkan lomba senjata baru sebab negara-negara tetangga negara Qatar memutuskan hubungan negara mereka dengan Doha.

 

Seperti yang telah diketahui bahwa Arab Saudi dengan negara di Timur Tengah lainnya telah memutuskan hubungannya dengan Qatar bahkan bukan hanya memutus hubungan diplomatik saja tetapi juga dengan hubungan perbankan seperti penutupan maskapai penerbangan dilangit mereka ataupun juga melalui jalur darat dan laut.

 

Perselisihan tersebut disebut-sebut terjadi kurang lebih sekitar satu bulan yang lalu setelah presiden Amerika Serikat Donald Trump berkunjung ke negara Arab Saudi serta meminta negara muslim lainnya agar bersatu melawan ekstrimisme. Gabriel memperingatkan bahwa Kontrak militer besar dari presiden Amerika serikat baru ini dengan Monarki teluk dapat meningkatkan resiko penjualan senjata spiral.  Kebijakan tersebut benar-benar salah yang tentunya bukan kebijakan dari Jerman. Dirinya juga sangat prihatin terhadap eskalasi dramatis serta konsekuensinya untuk seluruh wilayah.

 

Gabriel juga memperingatkan bahwa isolasi terhadap Qatar merupakan serangan atas keberadaan negara Teluk tersebut. dirinya juga menambahkan  jika kesepakatan yang telah disepakati terkait nuklir pada 2015 lalu dengan Iran telah memungkinkan adanya eskalasi, hal semacam itu sangat harus dihindari. Gabriel juga menutup ucapannya dengan kalimat “konflik yang beracum antar tetangga merupakan hal terakhir kita perlukan”.

 

Harapan menteri luar negeri lainnya minta Arab Saudi dengan Qatar gelar dialog

Salah satu menteri luar negeri yang memberikan respon terhadap pecahnya negara di Timur Tengah ialah menteri luar negeri Turki, Mavlut Cavusoglu menyampaikan kesedihannya melihat keretakan anatara negara Qatar dengan negara-negara Arab lainnya, dirinya meminta agar negara-negara yang terkait menggelar dialog agar bisa menyelesaikan perselisihan tersebut. Mavlut menyebutkan bahwa pihaknya melihat stabilitas yang ada dikawasan Teluk sama dengan kesatuan serta solidaritas sendiri. dilansir oleh Reuters (5/6/2017).

Sejumlah negara pasti mempunyai masalah, tetapi dialog tetap harus berlanjut didalam segala kondisi sehingga masalah bisa diselesaikan dengan baik dan damai tanpa adanya perpecahan. Mavlut juga menyampaikan bahwa mereka sangat sedih dengan potret sekarang ini serta akan selalu memberikan dukungan mereka untuk normalisasi.

Selain menteri luar negeri Turki, ada juga menteri luar negera Amerika serikat yang mengatakan bahwa pihaknya tidak mengharapkan ada perpecahan hubungan antara Qatar dan juga negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Justru menteri luar negeri Amerika serikat Rex Tillerson memuji bahwa Qatar juga ikut andil dalam memerangi terorisme secara signifikan diseluruh dunia.

 

Sementara menteri luar negeri Rusia sangat berharap jika masalah yang dialami oleh negara Timur Tengah tersebut tidak mempengaruhi usaha untuk melawan terorisme. Pastinya Rusia yang sangat aktif memperjuangkan perlawanan terhadap terorisme internasional sangat berharap kondisi antara Qatar dan Arab Saudi Cs tidak akan  berpengaruh terhadap perjuangan dalam melawan terorisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *