Media Internasional Menanggapi Status Baru Rizieq Sebagai Tersangka Pidana UU Pornografi

Penetapan Rizieq Shihab sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran UU Pornograf ternyata menyita perhatian berbagai media internasional juga. Pidana yang mana disangkakan kepada pendiri dan juga pemimpin dari FPI itu adalah dugaan adanya chatting atau pertukaran teks dengan Firza Husein yang nampak bernada seksual.

Rizieq Shihab sebelumnya mangkir untuk memenuhi panggilan polisi. Mangkirnya Rizieq dua kali terkait kasus ini berkaitan dengan posisinya yang berada di Arab Saudi seusai melakukan umrah. Sampai saat ini ia menyangkalkan semua tudingan dan para pengacaranya mengatakan bahwa ia akan mengajukan praperadilan.

Tanggapan Sejumlah Media Internasional

Sejumlah media internasional meberikan sejumlah tanggapan tentang status Rizieq sebagai tersangka. Salah satunya adalah kantor berita Reuters. Judul utama kantor berita tersebut adalah’ ‘Indonesia menetapkan Pemimpin Islamis Sebagai Tersangka Kasus Pornografi.’ Mereka bahwa menulis bahwa Presiden Jokowi tampaknya mengambil sikap yang lebih tegas terhadap aksi fundamentalisme dan juga mengatakan bahwa ia tidak akan menolerir individu ataupun organisasi yang mengabaikan ideology negara ‘Pancasila’ ataudpun tradisi pluralism Indonesia.

Mereka mengotbahkan ironi dari Rizieq. Ia dikenal sebagai orang yang bertahun-tahun mengotbahkan nilai-nilai Islam konservatif. Namun sekarang dituduh melanggar undang-undang anti pornografi yang sangat keras dengan bertukar pesan dan gambar berbau seksual dengan seorang perempuan poker online uang asli  yang mana bukanlah istrinya. Ironisnya, kelompok yang mendukungnya itu adalah FPI (Front Pembela Islam) yang dulunya sangat keras berkampanye mendukung Undang-Undang yang mana sekarang digunakan untuk membidik Rizieq yakni Undang-Undang Anti Pornografi yang mana sangat kontroversial.

Tanggapan dari Star Online

Tanggapan lain dari media internasional adalah Star Online, sebuah media terbitan Malaysia yang memuat sebuah kolom yang bertanya: ‘Haruskan rakyat Malaysia khawatir bahwa ulama Indonesia yang controversial itu tampaknya telah berada di sini baru-baru ini?’

Dan ditulis oleh Komentar Philip Golingai, dia juga mengatakan, “Kita tidak bisa menyinggung Front Pembela Islam ketika membicarakan politik Indonesia.”

“Bagi mereka yang tidak mengenal FPI yang didirikan oleh ulama besar Rizieq Shihab paa tahun 1998. Ini adalah curriculum vitaenya. FPI adalah wajah Islam garis keras yang ada di Indonesia. FPI menggrebek bar-bar yang mana menjual alkohol selama bulan ramadhan. FPI juga berunjuk rasa menyelenggarakan kontes kecantikan Miss World yang ada di Indonesia. FPI juga memaksa dibatalkannya konser Lady Gga di Indonesia yang bertajuk ‘utusan iblis’. Dan yang paling terakhir, FPI menggalang demonstrasi missal melawan Ahok yang mana mereka tuding sebagai orang yang menghina Islam.”

“Ini merupakan CV yang membuat PAS cemburu,” tulis Golingai yang merujuk pada partai politik Malaysia Partai Islam Pan Malaysia.

Tanggapan dari The Guardian

Sedangkan surat kabar Inggris The Guardian, belum bisa melaporkan perkembangan terakhir namun mereka telah membahas juga tuduhan penghinaan yang dilakukan oleh Rizieq Shihab terhadap Pancasila dan juga terhadap Presiden Pertama Indonesia dan pendiri Indonesia, Soekarno. Dituliskan di sana, “Polisi Indonesia telah menetapkan seorang pemimpin Islamis yang sangat controversial yang mana menggalang demonstrasi melawan Gurbernur Jakarta yang beragama Kristen sebagai tersangka dalam kasus penghinaan seiring upaya pihak berwenang untuk membendung pengaruh kelompok garis keras.”

Mereka juga mencatat bahwa Rizieq sudah menghadapi berbagi macam investigasi dalam beberapa minggu terakhir. Dan di sana ada kutipan dari Tobias Basuki yang mana seorang analis dari CSIS yang mengatakan bahwa langkah-langkah ini punya maksud untuk membungkam kelompok radikal.