Critical Eleven “Kisah Cinta Romantis Ale Dan Anya”

Semakin kesini semakin banyak film bagus di indonesia. Seperti dunia perfilman indonesia mengalami kebangkitanya. Di bulan mei ini, kita akan disuguhkan kisah romantis dua pasang suami istri yang bernama Ale dan anya. Kisah cinta mereka diceritakan dengan indah di film Critical eleven.  Di perankan oleh reza rahardiian sebagai ale dan ardina wirasti sebagai anya. Film ini baru saja tayang pada tanggal 10 meni 2017 yang lalu.

Adabtasi Novel Best Seller Karya Ika Natassa

Film indonesia yang berasal dari novel memang sangat banyak sekali. Untuk film ini berasal dari novel dengan judul yang sama dan ditulis oleh novelin terkenal Ika Natassa. Banyak sekali bukunya yang selalu menjadi best seller. Di sutradarai oleh Monty tiwa dan Robert Ronny. Sedangkan penulis skenarionya Ika Natassa sendiri dan dibantu oleh Jenny Jusuf. Film produksi starvision dan legacy ini memang dibuat dengan apik. Bahkan tidak jauh berbeda dengan cerita di novelnya.

Biasanya film adabtasi akan sedikit berbeda dengan novel aslinya. Tetapi untuk critical eleven ini dibuat begitu apik. Apalagi dengan akting dari reza rahardian yang sudah tidak bisa diragukan lagi. Reza rahardian begitu pas memerapkan sosok ale. Semua bayangan yang dari novel, seperti tercipta dengan sempurna pada sosok reza rahardian. Begitu pula ardiana wirasti yang berperan sebagai anya. Semua pemain lainnya,juga membuat cerita ini semakin hidup dan romantis. Cocok ditonton oleh pasangan suami  istri.

Review Film Critical  Eleven

Film ini berkisah tentang awal mula pertemuan ale dan anya disebuah pesawat ke sydney, australia. Cirtical eleven ini terinspirasi dari 11 menit waktu penting ketika take off dan mendarat pada pesawat. Di dalam waktu yang begitu singkat, mungkin akan terjadi hal yang tak terduga dalam hidup poker online seseorang. Seperti terjadi pada anya dan ale. Didalam pesawat mereka bertemu dan lanjut ke hubungan yang lebih serius, sampai akhirnya mereka berdua menikah. Anya meninggalkan semua kehidupannya di jakarta dan pindah ke New york bersama ale.

Di sepanjang film, anda akan melihat keromantisan antara anya dan ale, seperti yang kita tahu, reza rahardian selalu berhasil membangun keromantisan dengan pasanganya. Seperti di film habibie ainue yang begitu mesra dengan bunga citra lestari. Disini reza rahardian dan ardina wirasti juga membangun chemistry yang sangat bagus. Semua kebahagian mereka semakin bertambah ketika anya hamil. Tapi sayangnya kehidupan mereka tidak semulus yang kita pikirkan. Masalah pun menimpa mereka. Konflik muncul dan menguji kisah cinta antara anya dan ale.

Apakah mereka bisa mempertahankan kisah cinta mereka? Jika anda penasaran, wajib untuk menonton film ini. Tak hanya adegan romantis saja yang diperlihatkan, ada beberapa adegan lucu yang ditambahkan. Apalagi dengan suasana kota new york yang sangat bagus. akan membuat anda semakin betah untuk melihat akhir kisah dari anya dan ale. Anda akan diajak untuk baper, menangis, tertawa dan lainnya. Ditambah dengan pemain lainya. Seperti slamet rahardjo, Hamish Daud, Astrid Tiar, Widyawati, Hannah Al rashid, Aci Resti, Revalina S Temat, Refal hadi dan lainya.

Buat pasangan suami istri baru wajib untuk menonton film ini. anda kan tahu bagaimana cara menyelesaikan sebuah masalah di keluarga, bersikap romantis dengan pasangan dan lainnya. Untuk para wanita single, pasti akan bermimpi untuk mendapatkan seorang pria seperti ale. Jadi tunggu apa lagi. Segera serbu bioskop terdekat dan tonton film critical eleven. Jangan Lupa untuk membawa tisu. Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

`

Apa Benar Ferrari dan Mercedes Kapok Jalin Kerjasama dengan Fernando Alonso?

Beberapa minggu ini pebalap Fernando Alonso sedang menjadi pembicaraan banyak orang, khususnya pihak Mercedes dan Ferrari. Niki Lauda, Petinggi tim Mercedes menyebutkan bahwa timnya sekarang ini sudah kapok untuk mempekerjakan atau menjalin kerjasama dengan Fernando Alonso kembali untuk project ke depannya. Hal ini dikarenakan tim Mercedes menilai sikap Alonso kurang bisa memikul tanggungjawab dengan baik sebagai seorang driver.

Peluang Alonso Tetap Bersama Mercedes dan Ferrari Sangat Kecil

Niki Lauda selaku non-executive chairman dari tim Mercedes mengaku bahwa peluang tetap beradanya Alonso dengan mereka sangat tipis. Bahkan peluangnya untuk menyelamatkan karir balapnya di laga F1 bersama dengan Mercedes dan Ferrari amat sangat kecil. Menurut Lauda sendiri, Alonso masih cenderung suka sekali meninggalkan timnya ketika timnya sedang berada dalam masalah. Sebagai petinggi dari tim Mercedes sendiri, Lauda juga mengaku bahwa ia dan timnya sudah kapok dengan sikap Alonso yang terkesan tidak mau menerima konsekuensi dari keputusannya yang ia buat sendiri.

“Ia meninggalkan timnya di saat sedang banyak sekali masalah,” ungkap sang mantan pebalap itu. “Saya sebenarnya juga yakin kalau Ferrari masih sangat mau menerima ia kembali. Namun dia meninggalkan kontraknya begitu saja. Dan itu pernah juga terjadi pada kami (McLaren dan Mercedes).”

Ia menambahkan, “Sekarang kami sudah mempunyai pebalap yang bisa melakukan tugasnya dengan baik. Kami bisa menang bersama dengan Hamilton dan juga Bottas jadi ya kami tak butuh pengganti sekarang ini.”

Ia sempat memberikan pujian pada performa Alonso sendiri. contohnya ia mengungkapkan betapa cepat dan agresifnya bandar togel sgp Alonso dalam hal ini. dan ini menjadi poin yang terbaik. “Tapi sayangnya, kerap kali para driver kadang tidak bisa membuktikan bahwa keputusan yang mereka ambil adalah keputusan yang paling tepat. Dan ini lah yang Alonso sudah berkali-kali lakukan. Ia kembali dan berulang kali mengambil keputusan yang salah.”

“Ia meninggalkan Ferrari terlalu cepat dan kemudian ia pergi ke McLaren. Tapi sebenarnya kami sudah tahu sejak awal kalau mesin Honda itu sudah bermasalah. Sekarang dia merasa kecewa tapi itu toh sudah menjadi konsekuensinya,” imbuhnya.

Sikap Alonso yang Bosan dan Ingin Tantangan Baru

Tidak hanya mengomentari sikap Alonso yang kurang bisa bertanggung jawab atas keputusannya, ia juga berpendapat bahwa keputusan Alonso ikut dalam ajang kejuaraan Indianapolis Motor Speedway 500 yang dihelat di Amerika itu hanya karena ia merasa bosan dan ingin mendapatkan tantangan baru.

“Dia itu sebenarnya orangnya cepat bosan dan suka sekali tantangan yang baru. Sebagai driver saya sendiri juga mengerti. Tapi saya kurang begitu mengerti ya mengapa McLaren begitu saja membiarkan dia pergi. Padahal sedang ada race penting di mana sebenarnya mereka bisa mencetak hasil yang paling baik dan memuaskan. Setidaknya, kan, Alonso, masih bisa menikmati suasana baru di sana yang mana tidak ada di sini. Saya jadi sedikit penasaran apa yang bakal terjadi di sana, di Indy,” tuturnya.

Tentu saja keputusan Alonso menjadi kutu loncat yang tidak bertanggungjawab itu tidak bisa membuat pihak Ferrari dan Mercedes bersimpati kepadanya. Hal itu ditambah lagi dengan tidak ada niat dan itikad baik dari Alonso untuk menemui pihak yang telah ditinggalkannya dengan sengaja tanpa persetujuan. Hal ini mungkin akan berpengaruh luar biasa bagi Alonso, tim dan juga karirnya ke depan.